Dua garis Sejajar

Entah mengapa,
aku dan kamu terasa seperti dua garis sejajar—
tenang, rapi, tak pernah saling bersinggungan.

Kita berjalan dalam diam,
melihat satu sama lain dari jarak aman
yang tak pernah benar-benar berkurang.

Meski ditarik sejauh apa pun,
meski waktu memanjang tanpa henti,
kita tetap berdampingan
tanpa pernah menemukan titik temu.

Namun anehnya,
aku tidak menyesal menjadi garis yang berjalan di sampingmu.

Ada kenyamanan yang halus,
ada hangat yang tak pernah kita akui,
ada deg-degan kecil yang hanya muncul
ketika jarak di antara kita terasa terlalu dekat
namun tetap tak tersentuh.

Mungkin kau bukan takdirku,
dan aku bukan milikmu—
kita hanya dua kisah
yang diberi kesempatan berjalan sejajar
agar kita tahu
bahwa tidak semua pertemuan harus berakhir bersama.

Kadang, cukup dengan begini:
kamu di sana, aku di sini,
dan dunia membiarkan kita
menyimpan satu sama lain
di tempat paling sunyi dalam hati.

Rhido Allah

Lalu apa yang kamu cari?
Jika ridho Allah adalah tujuanmu,
maka carilah Ia di sepertiga malam—
di sunyi yang mengerti setiap helaan napasmu,
di sujud yang memeluk letihmu,
di antara doa-doa yang tak pernah kamu ucap penuh
tapi selalu dipahami oleh-Nya,,

Ibadahmu menyelinap di sela-sela kesibukan,
berkecamuk dengan hidup yang tak pernah berhenti menuntut,
namun hatimu tetap teguh mencari cahaya.

Dan lihatlah…
dalam setiap senyum orang yang pernah kamu bantu,
ada jejak kebaikanmu yang tak pernah kamu sadari,
ada pahala yang berjalan diam-diam,
menemanimu bahkan ketika kamu merasa sendirian.

Maka tenanglah—
yang kamu cari sebenarnya sudah lama mendekat,
menunggu kamu kembali dengan hati yang jujur.

Hampa

Aku tak tahu lagi trauma apa yang harus kucoba hilangkan.
Seolah aku sudah terlalu terbiasa menerima apa pun yang datang,
bahkan saat itu adalah hal terburuk sekalipun.

Aku tak pernah benar-benar berani untuk bahagia,
namun aku masih takut menghadapi rasa sakit.
Hatiku bisa merasakan begitu banyak,
tapi tetap saja terasa kosong di dalamnya.

Apa sebenarnya yang kuinginkan?
Apa yang kucari setiap kali kakiku melangkah?
Semua terasa hampa,
seakan aku berjalan tanpa arah
meski dunia terus memaksaku untuk bertahan.

Namun di antara kehampaan itu, ada bisikan kecil yang tak pernah padam,
seolah memintaku untuk berhenti sejenak…
untuk melihat bahwa aku masih hidup, masih bernapas,
masih punya ruang untuk sembuh.

Kadang aku merasa rapuh,
tapi mungkin kerapuhan itu juga yang membuatku tetap manusia.
Aku berjalan pelan, bukan karena lemah,
tapi karena aku sedang belajar memahami diriku sendiri.

Jika suatu hari aku menemukan jawaban,
mungkin itu bukan dari dunia,
melainkan dari diriku yang akhirnya berani
mengulurkan tangan pada cahaya yang menunggu di kejauhan.

Dan sampai saat itu tiba,
aku akan terus berjalan,
meski dengan hati yang bergetar,
karena aku tahu…
bahkan kehampaan pun bisa menjadi awal dari sesuatu.

Dear diary 1 november

Dear diary .. 

Akhirnya aku menulis lagi setelah sekian lama .. 
Besok 1 november , selamat datang bulan kelahiranku,, 
Oiya besok kami pT BTU akan ada tur pabrik .. 
Karena wajib beberpa dari teman-temanku sepertinya terpaksa ikut, ada yg senang karena biasanya mereka tidak ikut tur, meski katanya terpaksa mereka tampak antusias.. haha. . 
Btw tahun ini ulang tahun ku yang keberapa yah,,
Aku sendiri lupa. Ah' lebih tepatnya kurasa beberapa bagian di diriku sengaja melupakannya .. 
Ada begitu banyak hal yang ingin aku lupakan dan sepertinya beberapa bagian didiriku yg lain juga mungkin ikut hilang. 
Apa kamu termasuk?? Pria bermata teduhku?? 

Tahun ini aku diliputi ragu,, 
Karena kamu tak kunjung datang atau mungkin memang sudah kulewatkan begitu saja?? 
Aku bahkan lupa moment-moment manis saat aku jatuh cinta,, ya, cinta.. 
Bagaimana rasanya. Diinginkan dengan amat oleh seseorang yang kamu inginkan juga.. 


Kecelakaan pas berangkat kerja

Hai,, apakabar .. 
Ini malam minggu .. malam minggu ku yang entah keberapa.. Kalau di ingat, seminggu yang lalu aku kecelakaan ketika hendak berangkat kerja,, 
Ini kecelakaan terparah dihidupku,, sampai-sampai aku di rindes sama motor dibelakang aku 🥲

Tau gak?? 
Aku masih hidup .  
Alhamdulillah.. 
Beberapa minggu sebelumnya aku dengar teman ku bermimpi dirumahku ada hajatan, dan acara makan2 , sebenarnya itu mimpi yang menurut orangtua jaman dulu "pamali" karena artinya akan ada yang sakit atau berpulang,, jadi ketika temanku bilang begitu aku langsung bilang amit-amit,, 
Tapi siapa sangka seminggu berikutnya benar-benar kejadian,, aku kecelakaan dan beberapa temanku menjenguk ke rumah dan makan beberapa snack,, 

Wallahu'alam ,, 

Sebenarnya pasca kecelakaan itu aku merasa trauma dan cukup shock,, aku juga tiba-tiba merasa hampa akan banyak hal. 
Usiaku 33 tahun dan akan menginjak 34 tahun ini. Belum punya pencapaian ataupun pasangan hidup. 
Duniaku sepertinya makin sepi,, 
Aku kehilangan minatku pada banyak hal. Terutama percintaan. Mungkin seketika aku menyadari betapa dekatnya aku dengan kematian. 
Dan setelah di rasa lagi ternyata aku selelah itu dengan kehidupan ini. 
Ternyata hidup ini capek yah .
Aku mesti kerja, mesti beresin rumah juga dan merawat beberapa hal . Tapi merasa tidak ada pencapaian apa-apa. 

Kehidupan seperti apa yang dirasakan orang-orang aku bertanya-tanya, apa hari-hari mereka berwarna atau abu-abu sama seperti yang kurasakan hanya saja mereka lebih kuat. 

Pertama kalinya dihidup aku dapet sumbangan dari orang-orang,, hahah . . 

Aku paling tidak suka sumbangan tapi kali ini akhirnya aku disumbang sama orang-orang,, rasanya aneh. Dan harga diriku yg tinggi itu tiba-tiba runtuh. 
Kau tau?? Aku tidak pernah merasakan pemberian dari siapapun, biasanya aku sering memberi. 
Kurasa tidak ada orang yang sesayang itu padaku, yah aku selalu merasa akan memberikan segalanya tanpa berharap apa-apa.. 
Lalu ketika aku akhirnya merasakan bagaimana rasanya diberi aku merasa malu. 
Aku merasa lemah. 
Entahlah .. 
Yang kurasakan kali ini hampa yang entah aku tak tahu bagaimana menjelaskannya. 

Kepalaku masih sering pusing pasca kecelakaan kemarin. 

Aku juga lelah. 
Hidup itu melelahkan yah .. 

Aku capek. 
Tapi .. 

Aku capek sih . . 
Tapi.. 

Aku masih takut untuk mati. 
Disini aku lampirkan foto sisa-sisa trauma dihati aku. . 
Aku masih takut pakai uang ini dan kacamatanya bikin aku agak takut. . 

Tidak ada yang abadi didunia ini bahkan udara yang kita hirup saja sejatinya milik Allah .. 

Hasbunallah wani'mal wakil ni'mal maula wani'mannassir,, 

Manusia memang ditakdirkan berubah ,,

Manusia memang ditakdirkan berubah. Seperti pemikiran dari penulis favorit saya, bahwa ketika manusia tidak berubah, maka ia akan digerus oleh perubahan itu sendiri. Ia akan ditampar oleh ombak-ombak kehidupan. Ia akan dipaksa untuk menyesuaikan dengan alam. Keabadian hanyalah ilusi otak untuk menimbulkan perasaan nyaman yang terkadang mematikan.

Seperti itulah kita. Seperti itulah manusia. Tak ada yang menjamin hari esok kita masih berpegangan tangan, atau buku jari sudah terkepal.

Inilah proses alam. Walau berat, nikmati saja.

Selamat beristirahat, Dancing Queen.

Rindu

HEY,, Aku rindu diriku yang dulu,, 
Usiaku sekarang 33 Tahun .. 
Tidak muda namun belum terlalu tua juga .. 
Usia penduduk surga katanya ,, 

Aku melewati banyak hal . . Ku kira aku jadi lebih dewasa sekarang,, ya,, pemikiranku banyak berubah .. 
Hanya saja . . 
Sesekali aku rindu diriku yang dulu,, yang polos , yang selalu senyum ke semua orang,, yang selalu ingin baik pada siapa saja ..
Dulu aku membenci diriku tapi aku bisa baik sama semua orang, sekarang aku lebih self love namun aku jadi egois . . 
Ya,, aku tak percaya siapapun , aku tak lagi banyak senyum seperti dulu .. 
Aku rindu elis yang humoris , rindu elis yang agamis , 
Tapi elis tidak selembut dulu, , aku menua , otak ku pun bukan seperti gadis polos yang dibayangkan banyak orang,, :( 
Hidup ini menyebalkan !!! 
Hahahah .. 

Sunyi yang Tak Pernah Sepi

Kadang, aku merasa
dunia ini terlalu ramai untuk suara sekecil ini.,, 
Namun juga terlalu sunyi
untuk jiwa yang haus dimengerti.,,, 

Apakah arti keberadaan,
jika pagi datang dan malam pergi
tapi aku tetap di tempat yang sama—
secara raga,,, 
tapi tidak lagi sebagai orang yang kemarin?

Aku bertanya pada bayang-bayang sendiri,,, 
adakah versi diriku
yang tidak terbentuk dari luka dan harapan orang lain?

Mungkin kita semua hanyalah
jejak-jejak kaki di pasir,
yang menanti ombak untuk menghapus—
bukan karena tak berarti,
tapi karena kefanaan adalah bagian dari keindahan.,,, 

Dan dalam kefanaan itu,
aku belajar…
bahwa tidak semua harus dimengerti,
tidak semua harus ditemukan.
Beberapa hal hanya perlu dirasakan,
seperti angin,,,
seperti hening,,, 
seperti keberadaan yang tak butuh pengakuan... 

Untuk eliz masa depan

Hai kamu yang belum kutemui,
Aku harap kamu baik-baik saja di sana. Aku tahu jalanmu mungkin gak selalu mulus, tapi aku percaya kamu sudah melalui semuanya dengan kuat.

Kalau suatu hari kamu merasa lelah, ingat ya… kamu pernah jadi Eliz kecil yang suka baca koran bungkus cabe dan gambar-gambar sendiri sambil senyum. Kamu pernah jadi Eliz yang terus mencoba walau sering gagal. Kamu pernah jadi Eliz yang bangga akan dirinya sendiri, meski belum punya banyak uang, belum nikah, dan hidup masih berantakan. Tapi kamu tetap bertahan. Kamu gak nyerah.

Jadi, tolong ya… jangan lupa sama semua versi dirimu itu. Jangan lupakan alasan kenapa kamu mulai. Jangan kehilangan kelembutanmu hanya karena dunia memaksa kamu jadi keras.

Kalau kamu udah sukses dan punya semuanya—kerja yang kamu suka, hidup yang kamu impikan, dan mungkin seseorang yang bisa kamu andalkan—tolong peluk dirimu. Bilang makasih ke Eliz yang sekarang karena dia yang bikin kamu sampai ke sana.

Dan kalau kamu belum sampai juga, gak apa-apa. Kita tetap bangga. Karena kamu masih melangkah.

Terus hidup dengan hati yang hangat ya. Karena dunia butuh itu darimu.

Dengan harapan dan kasih,
Eliz yang sekarang


---

Untuk eliz kecil

Hai, Eliz…
Aku cuma mau bilang: kamu keren kok jadi diri kamu sendiri. Aku bangga banget sama kamu.

Kamu mungkin ngerasa aneh atau beda sendiri waktu kecil. Kamu suka sendirian, baca buku-buku gak jelas, bahkan koran bungkus cabe pun kamu lahap baca. Kamu gambar-gambar gak jelas, main game sendirian pakai bahasa Inggris… semua itu kelihatan gak penting waktu itu, ya?

Tapi sekarang aku bisa bilang, semuanya ternyata berguna. Semuanya bawa kamu jadi orang yang kamu sekarang: kreatif, peka, kuat, dan punya banyak hal unik yang gak semua orang punya. Dan itu keren banget.

Terima kasih ya, karena kamu udah tetap jadi diri sendiri. Karena kamu gak pernah takut nyoba banyak hal, walaupun hasilnya gak selalu sesuai harapan. Gagal keterima kerja di sana-sini, gagal lolos MT di perusahaan besar—iya, semua itu nyakitin, tapi kamu tetap jalan terus. Dan itu hebat.

Aku cuma pengen kamu tahu… aku bangga banget sama kamu. Bangga karena kamu gak pernah berhenti belajar. Bangga karena kamu tetap lembut walau dunia keras. Bangga karena kamu masih bisa sayangin diri sendiri walau kadang ngerasa gak cukup.

Tetap jadi kamu ya, Eliz. Karena kamu lebih dari cukup.

Dengan cinta,
Eliz yang sekarang


---

Akhirnya dia juga pergi

Aku gak butuh dia.
Aku mungkin sempat nyaman, sempat berharap… tapi sekarang aku sadar:
yang datang lalu pergi bukan tempatku bersandar.

Aku cukup. Tanpa dia.
Aku berharga, bahkan saat dia gak melihatnya lagi.
Perhatian dia manis, tapi kepergiannya membuka mataku—
aku layak dicintai oleh orang yang STAY, bukan yang hanya mampir lalu kabur.

Hari ini aku sedih, tapi setiap air mata bikin aku makin tahu:
hati ini terlalu istimewa buat orang yang cuma numpang lewat.

Jadi, aku lepaskan dia.
Bukan karena aku kalah,
tapi karena aku menang…
dari rasa yang gak layak aku pertahankan.

Sepi

Dan tiba-tiba duniaku jadi sepi.
Hari ku jadi sunyi,
langit pun enggan berseri,
sejak kau pergi tanpa pamit lagi.

Bayanganmu masih berbisik di dinding,
namamu menyisa dalam hembus angin.
Tak ada tawa, tak ada peluk,
hanya hening yang memeluk.

Kupanggil namamu dalam diam,
tapi gema pun tak sudi menjawab salam.
Seakan semesta ikut menjauh,
menyisakan aku, dan rindu yang runtuh.

Untuk diriku yang sedang belajar memaafkan,, 🙂

Aku tahu kamu capek.
Capek jadi baik terus. Capek ngasih tanpa banyak yang ngerti.
Aku tahu kamu pernah kecewa, pernah ngerasa sendiri dalam kebaikan yang kamu pilih sendiri.

Dan aku tahu kamu pernah jatuh…
Pernah ikut arus, pernah menyesal karena gak jadi dirimu yang seutuhnya.
Tapi kamu juga manusia.
Manusia yang bisa lelah, bisa goyah, bisa salah langkah.

Tapi tahu gak?
Kamu gak jahat.
Kamu cuma lelah, dan itu bukan dosa.

Kamu gak harus terus sempurna untuk bisa jadi orang baik.
Kamu tetap berharga, bahkan saat kamu masih belajar memperbaiki diri.
Kesalahan kamu di masa lalu bukan cermin utuh siapa kamu sekarang.
Itu hanya satu bab kecil dari cerita besar yang sedang kamu susun—cerita tentang tumbuh, tentang sadar, tentang jadi lebih baik tanpa kehilangan kelembutan hatimu.

Jadi…
Hari ini, izinkan dirimu bernafas.
Peluk semua rasa sesal itu, lalu lepaskan pelan-pelan.
Karena kamu pantas diberi ruang,
untuk berubah, untuk tenang,
dan untuk memaafkan dirimu sendiri.

Dengan penuh sayang,
Aku.

Tak selalu hitam dan putih

Hidup tak selalu hitam putih,
ada abu-abu di setiap sudut,
kadang benar terasa salah,
kadang salah tampak lurus.

Ada saat kita harus memilih,
antara hati atau logika,
antara prinsip atau realita,
dan tak semua punya jawabnya.

Tak semua jujur dihargai,
tak semua salah dimurkai,
kadang yang diam lebih menang,
kadang yang lantang justru tenggelam.

Tapi meski dunia tak selalu jelas,
aku tetap berjalan di jalanku,
meski berat, meski sendiri,
biarlah lurus jadi jalanku sampai akhir.
sebab kebenaran bukan sekadar warna,
tapi cahaya yang kutemukan di dalam jiwa.


Jalan lurus itu

Berjalan lurus di tanah yang retak,
angin menampar, debu menyergap,
tapi kaki ini tak boleh goyah,
meski lelah merayap perlahan.

Kanan-kiri penuh godaan,
jalur pendek yang lebih nyaman,
bisikan manis mengajak singgah,
tapi nurani menahan langkah.

Lurus itu sepi,
lurus itu sendiri,
kadang bertanya dalam hati,
"Haruskah aku berhenti?"

Tapi jika aku menyerah,
untuk apa semua luka?
Jika aku berbelok,
apakah bahagia benar ada?

Maka kutarik napas panjang,
meski letih, meski resah,
aku tetap melangkah,
dengan hati yang tetap tegak.

Enggan terikat

Aku adalah angin,
Berhembus bebas tanpa tali,
Menari di antara ranting,
Tanpa janji, tanpa sandaran.

Aku takut pada ikatan,
Seperti burung takut pada sangkar,
Seperti ombak enggan tunduk pada karang,
Aku tak ingin terjebak dalam genggaman.

Bukan karena aku tak mampu mencinta,
Tapi karena cinta sering menjelma rantai,
Menjerat pelan, tak terasa,
Hingga aku lupa cara terbang.

Biarkan aku mencintai dari kejauhan,
Tanpa harus dimiliki, tanpa harus memiliki,
Karena bagi jiwa yang terbiasa melayang,
Rumah bukanlah tempat, melainkan kebebasan.

Tak Ingin Kembali

Ada jalan yang pernah kutempuh,
Tapaknya masih terasa di kaki,
Namun angin di sana selalu berat,
Dan langitnya tak pernah benar-benar biru.

Aku pernah bertahan,
Menanam sabar di tanah yang gersang,
Tapi tak ada yang tumbuh,
Hanya lelah yang makin menjalar.

Kini saat langkahku menjauh,
Ada suara memanggil untuk kembali,
Tapi aku tahu,
Kembali berarti mengikatkan diri pada luka yang sama.

Aku tak ingin terjebak di tempat yang sama,
Di mana sayapku hanya pajangan,
Dan mimpi-mimpiku adalah bayang,
Selalu ada, tapi tak pernah terjangkau.

Biarkan aku berjalan,
Mencari angin yang lebih ringan,
Langit yang lebih lapang,
Dan tanah di mana aku bisa benar-benar tumbuh.

Habis kontrak lagi

Halo ini sudah februari 2025 
Aku masih belum menikah 🤦 

Aku juga bosen sama status aku itu .. haha .. 
Kalo ada yang ngajak aku nikah sekarang aku terima deh . 

Btw .. aku habis kontrak lagi di pabrik pensil . 
Honestly aku muak sama semua kerjaan di pabrik itu dan penghuni nya .. 
Aku enek sama orang-orangnya juga . Dari lubuk hati terdalam aku pengen banget resign dari tempat itu . Andai aja ada hal lain yang bisa aku lakukan. 

Aku gaktau sama seperti sebelummya aku masih gak tau mau berbuat apa. 
Aku ingin berhenti kerja dari pabrik itu. Tapi aku gak tau mau ngapain lagi selain kerja . Kalo jadi freelancer bakalan sulit buat aku karena mendapatkan uang bulanan tidak semudah itu . . 

Aku harus gimana dan berbuat apa. Aku gak boleh jadi beban keluarga aku tahu. 
Orangtua ku juga akan marah jika aku dirumah tidak memberi mereka uang bulanan. .

Sebenarnya ada banyak sekali peluang . Andai ada salah satunya yg bisa kulakukan dan berjalan lancar. . 

Sudah di 2025

Gak kerasa sudah di 2025 .. 
Aku masih belum nikah .. 
Aku juga capek .. 
Entah kenapa banyak hal jadi gak lucu lagi .. 
Dulu aku sedih . 
Sekarang aku sedih plus capek ngelaluin semuanya .. hidup berat banget .. 
Diausia segini mesti nikah sama siapa . . Emang ada yang mau sama aku?