Hai kamu yang belum kutemui,
Aku harap kamu baik-baik saja di sana. Aku tahu jalanmu mungkin gak selalu mulus, tapi aku percaya kamu sudah melalui semuanya dengan kuat.
Kalau suatu hari kamu merasa lelah, ingat ya… kamu pernah jadi Eliz kecil yang suka baca koran bungkus cabe dan gambar-gambar sendiri sambil senyum. Kamu pernah jadi Eliz yang terus mencoba walau sering gagal. Kamu pernah jadi Eliz yang bangga akan dirinya sendiri, meski belum punya banyak uang, belum nikah, dan hidup masih berantakan. Tapi kamu tetap bertahan. Kamu gak nyerah.
Jadi, tolong ya… jangan lupa sama semua versi dirimu itu. Jangan lupakan alasan kenapa kamu mulai. Jangan kehilangan kelembutanmu hanya karena dunia memaksa kamu jadi keras.
Kalau kamu udah sukses dan punya semuanya—kerja yang kamu suka, hidup yang kamu impikan, dan mungkin seseorang yang bisa kamu andalkan—tolong peluk dirimu. Bilang makasih ke Eliz yang sekarang karena dia yang bikin kamu sampai ke sana.
Dan kalau kamu belum sampai juga, gak apa-apa. Kita tetap bangga. Karena kamu masih melangkah.
Terus hidup dengan hati yang hangat ya. Karena dunia butuh itu darimu.
Dengan harapan dan kasih,
Eliz yang sekarang
---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar