Hati ini..
Mengapa bisa sesulit ini untuk terbuka?
Atau barangkali ia hanya belum siap untuk terluka. .
Membuka hati atau tidak, luka itu pasti akan tetap ada..
Mengapa harus takut?
Toh meski luka separah apapun Allah telah menyiapkan Al-qur'an sebagai obat segala penyakit hati. .
Dibilang belum siap pun aku rasa ia tak akan pernah siap jika bukan aku yang memaksanya untuk berharap. ya, tentu saja berharap untuk mencinta pada seseorang yang nyata ada. .
Lalu, jika jawabannya sesederhana itu, mengapa bisa serumit ini??