On history

Dear, 30 maret 2017

Hari ini saya jatuh dari motor, terpental sejauh 2 meter,, kejadiannya di depan pabrik pensil Tempat saya berkerja, ini gara-gara saya datang terlambat dan ketika hendak menikung ke pabrik ban motor belakang saya kena batu dan motor saya pun terpeleset,,

Saya kira saya akan baik-baik saja ,, ternyata sekuat tenaga saya bertahan tubuh ini tetap gak sanggup menahan. . saya terpental dari motor,,  saya ingat kepala saya sempat terbentur aspal untung saja pakai helm sni alhamdulillah tidak ada yg serius,, hanya saja telapak tangan saya luka dan dengkul saya memar dan luka kena aspal. .
Badan saya rasanya sakit semua. . ah' sakit badan tak masalah .. Yang lebih sakit itu hati saya. . dan saya malu sama satpam-satpam depan pabrik saya yang nolongin saya. .

Saya masih hidup,,,
Syukurlah. .

Hati

Hati ini..
Mengapa bisa sesulit ini untuk terbuka?
Atau barangkali ia hanya belum siap untuk terluka. .

Membuka hati atau tidak, luka itu pasti akan tetap ada..
Mengapa harus takut?
Toh meski luka separah apapun Allah telah menyiapkan Al-qur'an sebagai obat segala penyakit hati. .

Dibilang belum siap pun aku rasa ia tak akan pernah siap jika bukan aku yang memaksanya untuk berharap. ya, tentu saja berharap untuk mencinta pada seseorang yang nyata ada. .

Lalu, jika jawabannya sesederhana itu, mengapa bisa serumit ini??

Senja

Kepada senja sore itu. .
Kau buat bumi menjadi malu pada keindahan langit kala itu. .
Indah untuk sekejap kemudian lenyap

Lalu bumi senantiasa setia menanti senja kembali tiba..
Ia berputar pada porosnya. Melewati banyak waktu untuk kemudian jatuh cinta pada keindahan langit senja yang sama. .

Senja pun berlalu lagi..
Kali ini bumi membisu. .
Ia kembali malu. .
Mencintai langit yang sama berharap senja tetap disana...

Jera

Entah apa yang harus ku tuliskan kali ini..
Otakku buntu, lidahku kelu. . .
Kosa kata menguap bahkan sebelum mereka terucap. .
Barangkali jemari-jemariku telah gatal ingin menorehkan aksara aksara frontal. . . .
Aksara tentangmu, ah tidak tentangku, bisa jadi tentang kehidupan, tepatnya kehidupan tentang aku dan kamu. . .

Pagi yang dingin, sama seperti suasana di hatiku, dingin. bahkan kopi panas pun tak sanggup menghangatkannya. . .
Hatiku beku seiring lidah ku yang semakin kelu dengan rasa pilu yg menyeru...

Hujan yang rintik-rintik seolah enggan memberi kehangatan walau hanya sedikit..
Ya sedikit saja.
Sekedar sentuhan mentari di pagi hari atau mungkin sedikit sentuhan mu. Yang manapun itu bagiku akan sama hangatnya.

Ah' aku tahu, berapapun banyak aksara yang ku buat, isyarat ku tak kan mampu mengubah keputusanmu untuk memberikan cintamu tanpa syarat.
Ya, tanpa syarat.
Anggap saja aku curang. Karena kenyataanya kau indah melampaui syarat-syarat yg kubuat paling susah. Sial. Kau buat aku resah. .

Sia-sia..
Tidak kah ini semua sia-sia belaka.
Sudah jera aku dengan dunia lalu kau buat pula aku merana.
Sempurna...