Untuk eliz masa depan

Hai kamu yang belum kutemui,
Aku harap kamu baik-baik saja di sana. Aku tahu jalanmu mungkin gak selalu mulus, tapi aku percaya kamu sudah melalui semuanya dengan kuat.

Kalau suatu hari kamu merasa lelah, ingat ya… kamu pernah jadi Eliz kecil yang suka baca koran bungkus cabe dan gambar-gambar sendiri sambil senyum. Kamu pernah jadi Eliz yang terus mencoba walau sering gagal. Kamu pernah jadi Eliz yang bangga akan dirinya sendiri, meski belum punya banyak uang, belum nikah, dan hidup masih berantakan. Tapi kamu tetap bertahan. Kamu gak nyerah.

Jadi, tolong ya… jangan lupa sama semua versi dirimu itu. Jangan lupakan alasan kenapa kamu mulai. Jangan kehilangan kelembutanmu hanya karena dunia memaksa kamu jadi keras.

Kalau kamu udah sukses dan punya semuanya—kerja yang kamu suka, hidup yang kamu impikan, dan mungkin seseorang yang bisa kamu andalkan—tolong peluk dirimu. Bilang makasih ke Eliz yang sekarang karena dia yang bikin kamu sampai ke sana.

Dan kalau kamu belum sampai juga, gak apa-apa. Kita tetap bangga. Karena kamu masih melangkah.

Terus hidup dengan hati yang hangat ya. Karena dunia butuh itu darimu.

Dengan harapan dan kasih,
Eliz yang sekarang


---

Untuk eliz kecil

Hai, Eliz…
Aku cuma mau bilang: kamu keren kok jadi diri kamu sendiri. Aku bangga banget sama kamu.

Kamu mungkin ngerasa aneh atau beda sendiri waktu kecil. Kamu suka sendirian, baca buku-buku gak jelas, bahkan koran bungkus cabe pun kamu lahap baca. Kamu gambar-gambar gak jelas, main game sendirian pakai bahasa Inggris… semua itu kelihatan gak penting waktu itu, ya?

Tapi sekarang aku bisa bilang, semuanya ternyata berguna. Semuanya bawa kamu jadi orang yang kamu sekarang: kreatif, peka, kuat, dan punya banyak hal unik yang gak semua orang punya. Dan itu keren banget.

Terima kasih ya, karena kamu udah tetap jadi diri sendiri. Karena kamu gak pernah takut nyoba banyak hal, walaupun hasilnya gak selalu sesuai harapan. Gagal keterima kerja di sana-sini, gagal lolos MT di perusahaan besar—iya, semua itu nyakitin, tapi kamu tetap jalan terus. Dan itu hebat.

Aku cuma pengen kamu tahu… aku bangga banget sama kamu. Bangga karena kamu gak pernah berhenti belajar. Bangga karena kamu tetap lembut walau dunia keras. Bangga karena kamu masih bisa sayangin diri sendiri walau kadang ngerasa gak cukup.

Tetap jadi kamu ya, Eliz. Karena kamu lebih dari cukup.

Dengan cinta,
Eliz yang sekarang


---

Akhirnya dia juga pergi

Aku gak butuh dia.
Aku mungkin sempat nyaman, sempat berharap… tapi sekarang aku sadar:
yang datang lalu pergi bukan tempatku bersandar.

Aku cukup. Tanpa dia.
Aku berharga, bahkan saat dia gak melihatnya lagi.
Perhatian dia manis, tapi kepergiannya membuka mataku—
aku layak dicintai oleh orang yang STAY, bukan yang hanya mampir lalu kabur.

Hari ini aku sedih, tapi setiap air mata bikin aku makin tahu:
hati ini terlalu istimewa buat orang yang cuma numpang lewat.

Jadi, aku lepaskan dia.
Bukan karena aku kalah,
tapi karena aku menang…
dari rasa yang gak layak aku pertahankan.