Tak selalu hitam dan putih

Hidup tak selalu hitam putih,
ada abu-abu di setiap sudut,
kadang benar terasa salah,
kadang salah tampak lurus.

Ada saat kita harus memilih,
antara hati atau logika,
antara prinsip atau realita,
dan tak semua punya jawabnya.

Tak semua jujur dihargai,
tak semua salah dimurkai,
kadang yang diam lebih menang,
kadang yang lantang justru tenggelam.

Tapi meski dunia tak selalu jelas,
aku tetap berjalan di jalanku,
meski berat, meski sendiri,
biarlah lurus jadi jalanku sampai akhir.
sebab kebenaran bukan sekadar warna,
tapi cahaya yang kutemukan di dalam jiwa.


Jalan lurus itu

Berjalan lurus di tanah yang retak,
angin menampar, debu menyergap,
tapi kaki ini tak boleh goyah,
meski lelah merayap perlahan.

Kanan-kiri penuh godaan,
jalur pendek yang lebih nyaman,
bisikan manis mengajak singgah,
tapi nurani menahan langkah.

Lurus itu sepi,
lurus itu sendiri,
kadang bertanya dalam hati,
"Haruskah aku berhenti?"

Tapi jika aku menyerah,
untuk apa semua luka?
Jika aku berbelok,
apakah bahagia benar ada?

Maka kutarik napas panjang,
meski letih, meski resah,
aku tetap melangkah,
dengan hati yang tetap tegak.