Jangan, jangan lagi,,
Aku tidak ingin menangis lagi..
Aku lelah ..
Air mataku tak jua bertuah ..

Bila harus terjatuh hanya untuk sia-sia aku tak mau ..
Pun bila harus terluka namun hanya untuk berduka aku tak bisa..
Hati ku tak menginginkannya,,

Aku ingin hidup, ingin bahagia..
Tapi dunia tak sesederhana itu,,
Seolah waktu menggiringku pada maut yg menyambut ..
Pada luka yg mendera ..
Pada air mata yg merana..

Air mataku tak jua surut
Luka ku tak jua mereda
Amarahku menyeruak membuatku merasa muak..
Hampir putus asa aku di buatnya ..

Namun aku masih ingin hidup sederhana itu ..
Bahagia dalam sederhana aku masih merindukannya ..

Kuharap kelak batinku bisa lebih kuat l, lebih tegar meski setengah mati

Dialog monolog

Bukannya tidak bisa,,,
Sebenarnya kamu takut kan?
Kamu takut rasa sakit itu akan terulang lagi..
Kamu takut kecewa lagi..
Berkali-kali kamu telah mencoba
Namun lagi dan lagi hatimu di hancurkan..

Susah payah kamu kumpulkan serpihan hatimu yang telah hancur, saat segalanya bahkan belum benar-benar membaik. Kamu coba lagi membuka hati, kamu bilang demi melanjutkan hidup ..
Tapi apa?
Hatimu yang rapuh itu kembali hancur..

Bertemu dengan orang yang salah..
Jatuh cinta pada hati yang salah ..
Kamu sendiri lah yang sebenarnya salah.. Selalu merasa tak berharga,,
Selalu merasa putus asa..
Kamu fikir dengan membuka hati dan membiarkan siapapun boleh menempati akan membuat segalanya membaik.. Kamu anggap mereka baik nyatanya mereka justru menggapmu wanita yang tak baik ..

Apa yang membuat seseorang berhenti menyukai?
Itu karena mereka telah di kecewai..

Ya' kamu yang membuatnya,,
Rasa kecewa itu ulah kamu ..
Memasang foto-foto cantik padahal rupa mu tak begitu cantik..
Sok-sok update kisah yang menyenangkan..
Padahal kamu hanya wanita yang membosankan..

Kemudian di sudut ruang itu kamu menangis lagi..
Menyembunyikan wajah di balik bantal lalu kembali terisak-isak..
kesunyian pun pecah oleh kemalanganmu..
Tapi tenanglah, segalanya pasti akan membaik, hati mu pun pasti akan kembali baik..
Orang baik akan berpasangan dengan yang baik..
Barang kali kamu tak cukup baik atau dia yang memang belum benar-benar baik..
Bersabarlah..
Allah senantiasa bersamamu. .

Bagai Bumi dan Langit

Heaven and earth..
Bagai bumi dan langit ..
Seketika kalimat itu yang muncul di benakku saat perlahan menyadari hadir mu kian lama kian tak pasti..
Apa yang bisa di lakukan kerikil kecil di bumi ketika ia mulai jatuh dalam cinta pada kejora yang bersinar di langit..
Ia lupa pada batasannya..
Meraih nya hanya akan menambah luka..
Kejora tak pernah mau untuk jatuh bahkan merendah ke bumi pun ia tak sanggup..
Tempatnya di atas sana.. Bersinar dilangit..
Sedang aku yang hanya kerikil kecil tempatku rendah di dasar bumi..

Sesak

Seolah seperti buntu..
Tidak ada jalan keluarnya..
Aku merasa bodoh..
Rasanya seperti terhimpit dan sulit melepaskan diri..
Aku butuh ruang yang lapang..
Kapankah sesak ini akan menghilang?
Ya Allah berilah hati ini kesabaran..
Dan ampunilah segala dosa-dosa ku..
Hilangkanlah sempit dan sesak di dada ini yaa Allah ya robal'alamin..
Aamin

Story

Akhir-akhir ini ada cowok yang kata kakak dan emak saya sih baik. dia sering lewat depan rumah. tiap dia lewat emak sama kakak saya pasti heboh .. "lis, lis tuh dia lewat" sebenernya lucu sih. kok bisa-bisanya mereka pengen banget ngejodohin saya sama cowok itu. dan anehnya emak saya suka banget sama dia. padahal dia orang lampung gak satu suku dengan saya. kerjaan juga bisa dibilang gak jelas.

saya belum pernah liat dia. entah dia udah pernah liat saya atau belum. kayaknya dia juga masih nebak-nebak saya seperti apa. terlebih lagi saking pemalunya saya jarang banget keluar rumah..

dia sempet sih minta no.hp saya ke kakak saya tapi pas dia sms gak saya bales , jahat bgt. . pasti dia anggepnya saya sombong. . .

kadang rasanya aneh, apalagi masalah jodoh. sejujurnya hati ini udah lelah banget. apa susahnya sih menerima, barang kali jodoh. tapi kalau ingat episode-episode dimana ketika ketemuan cowok yang nemuin saya ninggalin saya gitu aja. rasanya sakit. berasa gak guna dan gak berharga jadi manusia. kadang mikir apa yang salah dengan diri saya kenapa laki-laki yang setelah ketemuan dengan saya mereka gak mau lagi berhubungan dengan saya dan bahkan memutuskan kontak dan silaturahmi.
tapi hidup harus tetap berlanjut.
kalo jodoh gak akan kemana. insyaAllah. . .

Teruntuk Diriku Sendiri, Ada Maaf Di Seperempat Abad

Teruntuk diriku sendiri,,
Apa kabar??
Tak perlu kau jawab, karena aku tahu betul keadaan mu saat ini..

Bagaimana hari-harimu?
Bersyukurlah, meski tidak selalu senang nyatanya kamu tidak pernah merasa kurang. .
Diluar sana ada banyak orang yang bahkan untuk makan pun mereka rela berbuat curang. Iya, curang , melakukan perbuatan haram hanya demi lembaran uang.

Seperempat abad hampir lewat. Bagaimana perasaanmu?
Aku tahu ada banyak hal yang sulit kamu capai..
Mulai dari karir yang berjalan lambat sampai jodoh yang tak kunjung datang diwaktu yang sudah tepat.
Jangan sedih. .
Aku tahu kamu sudah berjuang sejauh ini..
Berkutat pada banyak tempat menghabiskan banyak tekat dan nekat..

Sesak ..
Bukan hanya satu kali. Berulang kali rasa ini menyeruak..
Tapi tak apa, aku masih baik-baik saja..
Sejauh kau tetap menjagaku untuk tetap dalam perlindungan-Nya.

Wahai diriku sendiri. .
Janganlah engkau takut.
Sepanjang kita di jalan yang benar seberat apapun cobaan yang datang menjalar aku akan senantiasa berusaha untuk tegar. Demi aku, demi kamu diriku sendiri..

Jangan sedih,,
Tidak ada yang sia-sia, seperempat abadmu pun tak akan sia-sia..
Bukan kah sudah janji Allah bahwa tiap orang akan menuai apa yang dia tanam. .
Bersabarlah, tetaplah istiqomah dalam kebaikan. . jika kamu merasa sepi tidak punya tempat berbagi. Tenanglah, ada aku dirimu sendiri dan ada Allah yang akan dengan setia menemani. . Allah maha pengasih, Allah maha penyayang. Allah pasti mengasihi dan menyayangi sepanjang kamu berada dalam garis-garis yang di perintahkannya.

Wahai diriku sendiri bersabarlah..
Allah tak meminta apapun dari kamu, cukup sabar dan sholat. Jadikanlah ia sebagai penolongmu maka Allah akan senantiasa menemanimu dalam setiap kesedihan dan kesulitan yang kau dera.

Hari ini tepat seperempat abad sembilan bulan engkau menginjakan kaki di dunia ini? Syukuri dan jalani. Semoga Allah senantiasa meridhoi.
Bersabarlah
Dari dirimu sendiri.

Usai

Sudah tidak ada lagi kata la tahzan sudah tak ku temukan lagi kesedihan..
Engkau kembali menjadi sosok yang tak ku kenal.
Lagi..

Bahagia tersirat dari wajahmu,,
Siapa yang tak bahagia. Setelah sekian lama menanti akhirnya kau temukan sang pujaan hati . .

Ah' aku bosan. . entah mengapa puisiku selalu mengaksarakan kamu..
Ya . . kamu..
Lagi.. Dan lagi..
Aku bosan ..

Kau sudah bahagia dengan dia..
Tidakah kisah ini telah usai ..
Melati yang kau nanti kini telah hadir sebagai pujaan hati. Doa mu terkabul..
Tuhan menitipkan melati itu kepadamu.
Jaga dia baik-baik.
Dia lah bahagiamu.
Melihatmu bahagia, percayalah disini pun aku bahagia.

Tertanda
secret admirer..

Usai

Sudah tidak ada lagi kata la tahzan sudah tak ku temukan lagi kesedihan..
Engkau kembali menjadi sosok yang tak ku kenal.
Lagi..

Bahagia tersirat dari wajahmu,,
Siapa yang tak bahagia. Setelah sekian lama menanti akhirnya kau temukan sang pujaan hati . .

Ah' aku bosan. . entah mengapa puisiku selalu mengaksarakan kamu..
Ya . . kamu..
Lagi.. Dan lagi..
Aku bosan ..

Kau sudah bahagia dengan dia..
Tidakah kisah ini telah usai ..
Melati yang kau nanti kini telah hadir sebagai pujaan hati. Doa mu terkabul..
Tuhan menitipkan melati itu kepadamu.
Jaga dia baik-baik.
Dia lah bahagiamu.
Melihatmu bahagia, percayalah disini pun aku bahagia.

Tertanda
secret admirer..

Jauh

Kali ini aku kalah lagi ..
Ya , lagi, setelah sebelumnya aku hanya bisa menjadi pecundang sedang kamu mulai beranjak untuk menang. .
Pernah aku berkata.. Kelak kan ku buat engkau mencinta dan cinta pun pasti menyatu menjadi kita..
Aku salah, aku kalah..
Kamu terlalu jauh. . jarak yang engkau tempuh tak mampu aku rengkuh. Meski kian kukuh kucoba untuk menyentuh.. Dirimu menghindar dan kian menjauh.. Aku jenuh hati ku kian merapuh..

Seperti berada di alam yang berbeda..
Meski aku selalu merasa dekat, nyatanya diriku tak pernah bisa engkau lihat..
Sedikit saja. Sebentar. Aku ingin engkau tahu, aku berada disini tepat di sampingmu. Menatapmu. Mengerti tiap derita yang kau rasa. Merasa tiap lara yang kau dera..  ..

15 agustus 2017
Aku menemukan mu bahagia bersama bidadarimu..
Aku bahagia melihat sosokmu yg tersenyum penuh suka..
Aku bahagia. Karena akhirnya aku sadar dimana selama ini aku telah berada..
Aku telah menetap di tempat yang jauh, amat jauh jika di ukur dari hatimu..

Aku Takut, Aku Sakit, Aku Punya Allah

Rasanya sakit ..
Gak tau harus cerita ke siapa, di pendam sendiri pun gak enak..
Curhat sama Allah udah cuma rasanya masih sesak nyimpen rasa hanya diri ini dan Allah yang tahu...

Sejujurnya tahun ini aku ingin sekali menyerah, segalanya terasa begitu berat.. Aku tak bisa bayangkan akan ada hal baik yang menghampiri. Semuanya terasa gelap.

Aku telah mengutarakan segala keinginan ku pada Allah. Aku tahu itu cukup. Ya, Allah pasti tunjukan jalan terbaiknya untuk ku. Aku percaya hanya saja aku masih punya rasa takut di hatiku. Tapi bukankah jika yakin bahwa kita sentiasa bersama Allah kita tak perlu takut pada apapun? Ada Allah yang menjamin lalu apa yang di takutkan?? Tidak kah rasa takut itu adalah tanda bahwa aku sebenarnya tak mempercayai kebesaran Allah?? Astaghfirullah..
Aku masih ingin berjuang.. Aku tak boleh takut pada apapun karena aku punya Allah.. Meski sesak dengan cacian, aku tak mau patah arang. Semoga Allah senantiasa merahmati kehidupan ku . aamiin . 

Hidupku

Namun hidup itu hanya sebentar..
Melewati seperempat abad dengan begitu cepat. Menyaksikan waktu yang tak pernah mau menunggu.
Hari-hari berganti.
Matahari yang bersinar pagi ini mungkinkah sama dengan kemarin?
Bahkan diriku saat ini pun bukan lagi aku yang kemarin.
Aku bertanya bagaimana bisa dengan santainya melewatkan hari yang "ku anggap" sama ? Padahal ada banyak hal yang tak lagi sama.

Ukhti yg baik

Karena ukhti yang baik akan senantiasa meringankan maharnya,,
Ia tak pernah tergoda dengan gemerlapnya perhiasan dunia,,
Karena dirinya sendiri adalah sebaik-baik perhiasan itu❤❤

Mawar

Mawar itu kini telah tumbuh..
Cantik namun berduri ..
Andai mereka tahu ..
Itu bukanlah duri, itu perisai untuk melindungi diri. . .

Bahagialah pada jalanmu. Aku pun akan bahagia di jalan yang aku tuju..

Mengeluh hanya untuk orang yg tak bersungguh-sungguh,,
Meski tiap hari bermandikan peluh dan hati kian merapuh .. Aku ingin tetap kukuh pada pendirianku ..

Banyak hal berubah..
Tentang kamu dan lembaran-lembaran diary usang yang dulu selalu menemani khayalanku..
Dan tentang aku yang tak pernah bisa mencapai segala khayalku tentang mu...

Tentang aku dan kamu. .

Laksana mentari yang senantiasa menanti bulan di malam hari ..
Atau..
Ibarat siang yang tak pernah mampu bersatu dengan dinginnya malam ..
Tak mungkin dan takan pernah ..

Lama sudah kini berlalu. .
Kau semakin jauh, jarak membuatku semakin jenuh..

Sebelum bertemu kita adalah dua orang yang asing dan setelah berpisah segalanya terasa semakin asing. .

Kali ini kupastikan bahwa kau telah ku hapus bersama cinta ku yg semakin pupus .. .

Aku tak menginginkanmu lagi begitu pula kamu yang tak menginginkanku lagi. .
Kita sama - sama menempuh jalan yg berbeda.. Persimpangan mempertemukan kita namun persimpangan pula yang memisahkan . .

Bahagialah..
Engkau di jalanmu dan aku di jalan yang aku tuju..

Move on ??

Kadang aku bertanya pada hati apa aku benar-benar sudah move on???
Rasanya hati ku tak sakit lagi tiap kali mengingatnya . dan aku rasa aku selalu siap untuk hati yang baru..
Namun hey' apa -apaan ini??
Hatiku takpernah benar-benar terbuka, aku tak pernah benar-benar bisa menerima orang baru apalagi merasa cinta.
Lalu apa benar aku sudah move on??
Sejauh aku berjalan menjelajahi waktu yang ada. Semakin aku merasa hampa dan tak berharga...

On history

Dear, 30 maret 2017

Hari ini saya jatuh dari motor, terpental sejauh 2 meter,, kejadiannya di depan pabrik pensil Tempat saya berkerja, ini gara-gara saya datang terlambat dan ketika hendak menikung ke pabrik ban motor belakang saya kena batu dan motor saya pun terpeleset,,

Saya kira saya akan baik-baik saja ,, ternyata sekuat tenaga saya bertahan tubuh ini tetap gak sanggup menahan. . saya terpental dari motor,,  saya ingat kepala saya sempat terbentur aspal untung saja pakai helm sni alhamdulillah tidak ada yg serius,, hanya saja telapak tangan saya luka dan dengkul saya memar dan luka kena aspal. .
Badan saya rasanya sakit semua. . ah' sakit badan tak masalah .. Yang lebih sakit itu hati saya. . dan saya malu sama satpam-satpam depan pabrik saya yang nolongin saya. .

Saya masih hidup,,,
Syukurlah. .

Hati

Hati ini..
Mengapa bisa sesulit ini untuk terbuka?
Atau barangkali ia hanya belum siap untuk terluka. .

Membuka hati atau tidak, luka itu pasti akan tetap ada..
Mengapa harus takut?
Toh meski luka separah apapun Allah telah menyiapkan Al-qur'an sebagai obat segala penyakit hati. .

Dibilang belum siap pun aku rasa ia tak akan pernah siap jika bukan aku yang memaksanya untuk berharap. ya, tentu saja berharap untuk mencinta pada seseorang yang nyata ada. .

Lalu, jika jawabannya sesederhana itu, mengapa bisa serumit ini??

Senja

Kepada senja sore itu. .
Kau buat bumi menjadi malu pada keindahan langit kala itu. .
Indah untuk sekejap kemudian lenyap

Lalu bumi senantiasa setia menanti senja kembali tiba..
Ia berputar pada porosnya. Melewati banyak waktu untuk kemudian jatuh cinta pada keindahan langit senja yang sama. .

Senja pun berlalu lagi..
Kali ini bumi membisu. .
Ia kembali malu. .
Mencintai langit yang sama berharap senja tetap disana...

Jera

Entah apa yang harus ku tuliskan kali ini..
Otakku buntu, lidahku kelu. . .
Kosa kata menguap bahkan sebelum mereka terucap. .
Barangkali jemari-jemariku telah gatal ingin menorehkan aksara aksara frontal. . . .
Aksara tentangmu, ah tidak tentangku, bisa jadi tentang kehidupan, tepatnya kehidupan tentang aku dan kamu. . .

Pagi yang dingin, sama seperti suasana di hatiku, dingin. bahkan kopi panas pun tak sanggup menghangatkannya. . .
Hatiku beku seiring lidah ku yang semakin kelu dengan rasa pilu yg menyeru...

Hujan yang rintik-rintik seolah enggan memberi kehangatan walau hanya sedikit..
Ya sedikit saja.
Sekedar sentuhan mentari di pagi hari atau mungkin sedikit sentuhan mu. Yang manapun itu bagiku akan sama hangatnya.

Ah' aku tahu, berapapun banyak aksara yang ku buat, isyarat ku tak kan mampu mengubah keputusanmu untuk memberikan cintamu tanpa syarat.
Ya, tanpa syarat.
Anggap saja aku curang. Karena kenyataanya kau indah melampaui syarat-syarat yg kubuat paling susah. Sial. Kau buat aku resah. .

Sia-sia..
Tidak kah ini semua sia-sia belaka.
Sudah jera aku dengan dunia lalu kau buat pula aku merana.
Sempurna...

Rumit

Jika kau fikir ini semacam teka - teki yang harus di pecahkan, maka kau telah memecahkanya sejak dulu,, ya, sejak pertemuan pertama kita. . saat kau mulai memberi sebuah harapan namun seolah enggan untuk mengaminkan.

Aku tidaklah serumit itu sayang,,
Justru kamulah yang sesungguhnya rumit membuat segalanya menjadi sulit. .
Bahkan benang kusut pun pasti memiliki ujung jika kau berusaha menguraikannya...
Tidak ada yang benar-benar rumit , tidak ada yang benar-benar sulit . .
Segalanya bisa mudah jika kau mulai dengan harapan yang indah..

Dengarlah,
Jika pun pada akhirnya Tuhan tak mengijinkan kita untuk saling melengkapkan
Maka inilah yang terbaik untuk mu, untuk juga aku.
Tidak ada yang salah. Kamu atau aku.
Kita pasti bahagia meski pada jalan yang berbeda. .

Tersenyumlah,,
Bukan karena kau telah bahagia , tapi karena kau Tahu. Segalanya indah dan akan menjadi mudah bila kita pasrah dan berserah menyerahkan segalanya Lillahi ta'ala...

Ikhtiar Menuju cinta-Nya

Bukannya tidak mencari, hanya saja Allah belum memberi,,,
Barangkali masih banyak hal yang harus diperbaiki,,
Jika kamu bingung caranya memperbaiki diri maka mulailah dengan memperbaiki sholat,,,
Memperbaiki hubungan dengan yang maha menciptakan,,
Semoga dengan demikian Allah semakin menyegerakan,,

Cukup bagiku Allah


Karena kamu hanya ingin dirimu,,
Sampai kapanpun kamu akan tetap ada di sana ,, berdiri tegap memandangi siapa yang pantas kau cintai,,, dan itu bukan aku,,,

Lalu seketika kau menatap ke arahku,
Hey! apa yang kau lihat??
Harta? Tahta? Cinta?

Ah' aku tak punya ketiganya,,
Kakiku melangkah namun kali ini bukan maju tapi mundur,,,
Ya, aku mundur,,,

Apalah dayaku,,
Harta yang melimpah ruah aku tak punya,,,
Tahta bermahkotakan permatapun aku tak ada,,,
Sedang cinta terbesar yang ku punya telah ku tambatkan pada-Nya, Rabb semesta alam,,

Bagiku dunia ini sudah tak penting lagi,,,
Sudah tidak ada yang kuinginkan lagi,,,
Dunia dan kamu,,,
Kalian sama saja,,,
Aku tak mau lagi,,,

Aku hanya ingin Keridhoan Allah,,,
Semoga Allah melapangkan hati ini,,
Semoga Allah meridhoi langkah ini,,,
Yaa muqollibal qulub, tsabitqolbi aladinik,,,

Rusuk,,

Aku ingin bisa berkata-kata walau hanya basa - basi semata,,
Namun tiap kali hendak mengucap semua kosa kata seakan menguap kemudian lenyap,,,

Kulihat kamu di sudut sana,,
Dekat meski terhalang sekat,,
Tidak kah kau rasa ada yang hampa?,,
Ada bagian ditulang di rusuk mu yang hilang,,
Barangkali itu aku??
Maukah kau mencoba untuk mencocok kan nya,,

Ah' tidak,,,
Aku lupa,,
Rusuk itu amat dekat dengan hati dan aku tak mau bermain hati.
Apalagi kalau hatimu,,

Hidup adalah belajar

Belajar Bersyukur Meski kekurangan
Belajar Ikhlas Meski Tak Rela
Belajar Ta'at Meski Berat
Belajar Memahami Meski Tak Sehati
Belajar Sabar Meski Tak kuat
Belajar Setia Meski Tergoda
Belajar Memberi Meski Tak Seberapa
Belajar Mengasihi Meski Disakiti
Belajar Tenang Meski Gelisah
Belajar Percaya Meski Susah
Belajar untuk terus mengampuni meski sering dicela
Belajar untuk tetap kuat meski jiwa lemah
Belajar untuk tetap tegar meski jiwa rapuh
Belajar untuk tetap tersenyum meski hati terluka
Belajar untuk tetap tertawa meski hati menangis
Belajar menerima meski sering ditolak
Belajar menghargai meski sering diinjak-injak
Belajar menjalani kehidupan meski sulit
Belajar berjalan di saat yang lain masih tertidur
Belajar berlari di saat yang lain masih berjalan
Belajar untuk terus berusaha meski sering gagal
Belajar untuk terus bangkit meski sering jatuh
Belajar untuk berani maju meskipun banyak rintangan
Belajar untuk berani membuat keputusan meskipun banyak ketakutan
Belajar untuk berani memilih pilihan yang terbaik meskipun tidak ada pilihan yang baik
Belajar untuk berani memberikan yang terbaik meskipun sering mendapatkan yang buruk
Belajar menjadi yang terbaik dari kumpulan orang baik
Belajar menjadi yang terhebat dari kumpulan orang hebat
Belajar menjadi yang terkuat dari kumpulan orang kuat
Belajar menjadi yang terdepan dari yang mereka yang ada di depan
Belajar mensyukuri segala hal yang Tuhan karuniakan
Belajar menghayati segala hal yang Allah ajarkan
Belajar mengerti segala hal yang Allah berikan
Belajar membentuk diri menjadi pribadi yang Allah inginkan

♥ maka dari itu tetaplah belajar untuk tetap pada jalan yang benar, belajar lbih baik untuk menjadi yang terbaik
Belajar dan Terus Belajar
Belajar sampai pada akhirnya Allah yang menyempurnakan..
Aamiin!!

Tak ada yang sia-sia

Jalan kita tak searah,,,
Tenang saja aku tahu batasan itu,,,
Batasan yg kau buat itu, tebing2 penghalang itu,,
Teruslah berjalan,,kamu dg jalanmu dan aku akan berjalan dijalanku,,
Air mata dan Sajadah usang yg jadi saksi doa mu di sepertiga malam itu,,
detikan jam yg selalu kau perhatikan itu,,
Percayalah tak ada yg sia2,,
kelak Tuhan pasti tunjukan kebahagiaan itu kepadamu,,

Kamu ,, (part II)

Memulai segalanya dengan entah,,
Dan berakhir pada kata yang sama,,

Benar atau salah, aku tahu ini bukan masalah, apalagi bagi kamu..
Ya, kamu,,
Seseorang yang selalu membuatku bertanya-tanya,,
Apakah keputusanku untuk menunggumu sudah benar.
Atau
Aku hanya akan menunggu meski pilu kian menusuk kalbu bak sembilu???

Jeda,,
Ya, harusnya aku yang tahu persis situasinya. Apakah ini hanya sekedar jeda atau ini akhir ceritanya..
Menunggu tanpa tahu apa yang ditunggu..
Merasa berharga pada sisi dimana aku hanya akan menjadi sia -sia.

Kamu adalah aksara yang selalu ingin kurangkai. Namun kata-kata indah kian menguap tiap kali aku coba mengungkap,,

Kamu adalah kalimat yang tak pernah bisa aku lafalkan meski hatiku kian menderu memaksaku untuk mengucapkan..

Kamu adalah isyarat yang tak pernah bisa aku sampaikan,,

Meski luka kian merajam dan sepi kian menghujam. Kamu akan selalu menjadi anugerah yang mampu membuatku merasa gundah. Kamulah indah yang tak mudah.

Lalu aku harus apa?
Jika kamu serumit ini tidakkah akan lebih baik kalau aku pamit saja??