pura-pura

Udah akhir tahun 2020 aja :D
Gak pernah kepikiran sama tahun 2020 tahu-tahu sampai aja . 
Banyak hal berubah. Banyak hal terjadi. 

Aku ngerasa karakter aku makin parah moody.. 
Kalo orang sukses sih pantes2 aja moody , lah modelan kayak aku moody mau jadi apa :') 

Kalo ada temen yg nyapa aku selalu pura-pura baik, kasih senyum, bicara sopan padahal dalem hati aku berbisik "ngapain sih nanya-nanya, jangan sok akrab deh" dan hal2 angkuh lainnya :') 
Aku gak tau kenapa jadi gak suka aja ngejalin relasi sama siapapun. Aku benci semua orang, entah karena apa aku jadi karakter kayak gini, aku ngerasa semua orang bakalan ngejahatin aku. Dan aku nyaman sendirian.  :( 

Ini makin mengerikan sih. 
Kuharap aku bisa jadi manusia yang baik. Sampai sejauh ini aku masih berjuang buat jadi orang yg baik dan benar :') 


sedih

Hey, hey .. 
Aku perawan yang hampir tua.. 
Tengah malam menangis sesenggukan dikamar sendirian. 
Hey, 
Aku sayang semua orang, aku ingin lihat mereka bahagia. Apa sih yang bisa membuat mereka bahagia? 
Aku sudah hampir tua diriku kehilangan banyak rasa. Aku bingung mana cinta dan mana dusta. 
Semua manusia terlihat sama. Lama-lama lock down karena corona aku jadi takut bertemu mereka. 
Sampai kapan yah aku akan bertahan hidup? 

jijik

Hey,, aku jijik pada diriku sendiri,, aku merasa sakit . . 
Apa yang harus aku lakukan. 
Aku takut , aku malu untuk sekedar hidup . 
Aku tak berguna. 
Aku sedih. 
Aku harus apa lagi. 
Aku punya banyak kebencian tapi aku sayang mereka semua. 
Aku harus apa. 

Day 1 Aku ingin Sembuh

Assalamualaikum Wr Wb.

Hari ini ada yang ku sadari. 
Selama ini aku menyimpan banyak dendam .
Pada teman-teman smp ku. 
Pada orangtuaku. 
Pada tetangga tetanggaku.
Pada beberapa orang yang lewat dihidupku.
Pada diriku sendiri. 

Aku korban bullying semasa smp. Semua anak lelaki membenci dan menjauhi aku. Karena saat itu aku bersikap kasar pada salah seorang anak di kelas. 
Belum lagi ada beberapa guru disekolahku yang kurasa begitu rasis karena wajahku yang seperti anak (chinese)saat itu aku belum pakai jilbab. Wajahku tak seperti anak-anak kebanyakan.  
Aku hanya seorang gadis smp yang haus akan perhatian. Alih-alih dapat perhatian diriku malah dapat cacian dan hinaan. Tak jarang mereka mengolok-olok diriku dan semua yg ku lakukan. 

Berprestasi dan lainnya. Orangtuaku tak pernah memujiku sedikit pun . 
Aku punya adik perempuan. Dia tipe adik yang sempurna. Tak pernah sekalipun lewat darinya juara kelas. Jika dibanding diriku kurasa dia jauh lebih pintar dan tekun. Wajah nya mirip bapak ku. Dia tidak berwajah cina sepertiku. Dia menjalani hidup yang normal dengan begitu banyak pujian mengelilinginya. Dia punya hidung yang "mancung" dan tubuh yang langsing. Terlebih dia anak yang rajin. Orangtuaku selalu memujinya. Di depan keluarga ayahku atau tetangga rumahku . Mereka selalu lebih memuji adikku itu. Satu hal yang membuat diriku merasa kalau aku buruk rupa dan tidak berharga. 

Aku melewati masa smA yang suram. Prestasiku menurun tubuhku semakin gemuk tak terkendali. Aku depresi dan jadi gadis yang anti sosial. 
Entahlah tapi guru-guru yang menyadari itu kemudian mulai simpati. Aku tahu mereka simpati terhadapku. Aku miskin . Bukan hanya materi tapi jiwa ku juga ikut miskin. Beberapa kali aku menunggak uang spp. Sulit kehidupanku saat itu. Aku tak mau merepotkan orangtuaku. Maka setiap kali ujian sekolah aku meminta kartu dispensasi agar diberi izin untuk mengikuti ujian semester. Biasanya aku dapat izin sih. Pernah suatu ketika aku berbuat curang dengan memperpanjang masa berlaku surat izin ikut ujian semester saat ditegur guru aku menangis di depan teman-temanku. Aku malu. Aku juga sedih karena terlahir jadi anak yang tak berguna dan beban. 
Seoah lupa dengan siapa diriku dimasa itu aku malah menyukai salah satu teman dikelasku. Tentu saja. Dia menolak ku. 
Siapa aku? Gadis miskin dengan rupa yang buruk tubuhku juga gendut. Siapa yang mau sama remaja tidak berguna seperti aku. 
(aku baru menyadarinya hari ini kenapa aku tertolak dimasa itu) :') 

Waktu terus berlalu . 
Aku lulus SmA . Dengan semua kenangan manis dan pahitnya. Akhirnya aku bisa bekerja. 
Kufikir bekerja itu mudah. Ternyata saat itu aku baru sadar kalau aku punya tanggung jawab. Aku tulang punggung keluarga. 
Gajiku tidak seberapa saat itu. Disinilah semua problematika dan depresiku dimulai. 
Aku bekerja keras sendirian. Terkadang kerja lembur berangkat kerja sore lalu pulang subuh-subuh. 
Tiap kali gajian aku tak menikmati hasil apapun bahkan untuk sekedar beli baso. Semua uang gajiku di setorkan pada orangtuaku. Tiap hari aku diberi jajan Rp.5000 rupiah untuk ongkos ke tempat kerja dan beli sedikit jajanan di pabrik. Padahal saat itu adik ku yg masih sekolah smA saja uang jajan nya sama denganku.  

Lama-lama aku lelah dan memutuskan resign. Orangtuaku tak setuju. Terlebih ayah ku yg pengangguran. Dia terus menerus memaksa aku untuk mencari kerja. Dia sering mencacimaki dan menghina aku. Aku masuk ke fase depresi disini. Rasanya tidak ada yang mendukungku.   
Aku bilang pada ibuku kalau aku ingin mati. Saat itu ayahku emosi dan mengambil golok nya untuk membunuhku. Syukurlah ibuku bisa menghentikannya. 

Aku bisa melewati masa depresiku. Entah bagaimana caranya waktu perlahan menyembuhkannya. Aku mulai bicara pada ibuku bahwa aku ingin kuliah bila bisa masuk kembali ketempat kerjaku yang lama. Dan ibuku menyetujuinya. 
Aku kembali kerja dan aku mulai kuliah dan mulai membangun harapanku sedikit demi sedikit. 

Pada masa kuliah semua berbeda.  Laki-laki ditempat aku kerja banyak yang menyukaiku, aku bahkan cukup terkenal disana. Katanya aku cantik dan sederhana. Mereka bilang juga aku lucu.  :') 
Dosen-dosen dan seniorku menyukai aku. Katanya aku "cantik" banyak yg bilang aku cantik dan sedikit demi sedikit aku mulai berubah dan memperbaiki penampilanku. Aku mulai beli makeup murahan di pasar malam dengan uang jajan yang ku sisihkan setiap hari. Semua gak berjalan terlalu baik . Maskaraku sering luntur  lipstik ku juga begitu. Aku juga tak punya banyak baju bagus. Saat itu rasanya aneh. Tapi setidaknya aku mulai berani untuk "menjadi perempuan dan berharap ada yang menghargai aku" lagi-lagi aku khilaf dan malah tumbuh rasa sombong. Aku malah jadi seseorang yang sok cantik. Dan mulai membenci kalau melihat ada yang lebih selain aku. Padahal siapalah aku. 

Semua terus berjalan , aku lulus kuliah. Dan saat lulus aku mulai menyadari. Aku yang ambil kuliah jurusan ke guruan ternyata tidak cocok dengan kebiasaan ku yang kerja di pabrik dan dapat gaji jutaan. Aku mulai memaksa mencari kerja diluar jalurku. Ajaibnya aku keterima di Bank D*n*mon , walau hanya sebagai Account officer aku merasa senang. :') 
Akhirnya aku kerja kantoran. 

Tapi lagi-lagi rasa tidak bersyukur muncul di diriku. Aku yang harus maintain client dan bulak balik menawarkan pinjaman pada nasabah pun mulai merasa lelah. Ternyata sulit. Belum lagi otak sok idealis ku yang terus menerus bilang kalau kerja di bank itu Haram. riba itu haram apalagi aku menawarkan jasa riba dan memakannya.  Aku mendapatkan perlakuan baik di pabrik itu. Dapat teman-teman baik juga. Tapi aku malah resign setelah 3 bulan kerja. Dan aku menyesalinya hingga saat ini. :') 
Selesai dari bank danamon aku memilih untuk kembali bekerja di pabrik . Selang dua bulan nganggur aku kerja di pabrik pensil. Aku bekerja di pabrik itu hingga hari ini dengan status palsu sebagai lulusan SmA. Sudah 4 tahun lamanya. Tidak ada yang mengetahui kalau aku lulusan kuliahan. Semua berlalu begitu saja. Dan sekarang aku dengan segala perjalanan bodoh dihidupku berakhir di hari ini sebagai sosok yang tidak berguna. Masih bukan siapa-siapa dan masih belum bisa membanggakan siapapun. 

Semua trauma dimasa laluku . Tentang orangtuaku, tentang teman-temanku, tentang semua orang disekelilingku . Aku ingin memaafkannya aku ingin melepaskan dendam-dendamku melalui tulisan ini. 

Hari ini aku bertekad bahwa aku tak mau lagi antisosial. Aku tak mau lagi ketakutan bertemu oranglain hanya karena memiliki banyak kekurangan. 

Aku ingin lebih banyak bicara , berpendapat dan berani menjadi diriku apa adanya. 

Aku ingin sembuh. 

Aku ingin memulai lagi hariku yang baru. Lembaran baru yang entah akan membawaku kemana.

Bismillah.  :')  


Berubah? Ternyata Tidak

Assalamualaikum Wr Wb

Hari ini aku mau cerita. 
Soal orangtuaku yang katanya sudah berubah. 
Ku kira mereka sudah berubah ternyata tidak, sebenarnya aku bosan bercerita tentang mereka. Karena ujung-ujungnya hanya berakhir seperti mengeluh. Walaupun sebenarnya iya. Aku ingin mengeluh memiliki orangtua seperti ayah dan ibuku. 

Aku 28 Tahun . Situasiku saat ini sangat sulit. 
Ayah ibuku ingin aku menikah atau kalau tidak aku mesti bekerja. 

Ku rasa aku tidak akan pernah bisa menikah. Aku tidak bisa jatuh cinta. Terlalu banyak luka di hatiku. Bukan karena cinta tapi karena beban hidup yang di berikan orangtuaku terhadap diriku yang berkepanjangan. 
Seperti yang kubilang sebelumnya. 
Saat corona seperti ini mencari kerja sangat sulit. Tapi orangtuaku ingin aku bekerja dan menghasilkan uang. 
Bapak ku pengangguran dan ibuku juga. Walaupun ibu punya uang tabungan yang cukup untuk masa tua mereka tapi seolah itu tak pernah cukup. Mereka ingin aku tetap kerja. Padahal uang yg ada di tabungan ibuku pun kebanyakan hasil kerja kerasku bekerja di pabrik tahunan. 
Aku tak pernah menikmati hasil kerja kerasku. Semua uang hasil kerjaku harus di berikan pada ibuku. Kalau tidak kata ibu aku anak durhaka. 

Aku anak perempuan. Aku tak pernah serakah soal harta. Bagiku harta bisa di cari . 
Tapi bayangkan . Meski aku anak perempuan mestinya aku punya kehidupan .
Semua saudara ku sudah menikah. 
Kalau aku bekerja dan uangnya mesti kusetorkan pada ibuku semua. Saat suatu ketika ibuku meninggal uang yg ku setorkan itu akan jadi hak waris saudara-saudaraku terutama saudara lelakiku. Dan aku . 
Barangkali jika hal itu tiba aku hanya akan sengsara sendirian. 
Apa ibuku tak pernah berfikir sejauh itu? 

Aku masih tak bisa berfikir apapun tentang lelaki . Semakin lama aku tinggal dengan ayahku semakin besar kriteriaku pada sosok yang namanya laki-laki. Dia bukanlah model ayah ataupun lelaki yang baik. Dan aku tahu aku juga bukan model perempuan yang cukup baik untuk memperoleh lelaki yg baik. 

Anggaplah jika misalkan aku mati lebih dulu dibanding orangtuaku . Karena usia tidak ada yang tahu. 
Kurasa itu hal yang bagus. Aku tak perlu memikirkan banyak hal. 
Tak perlu memikirkan menikah atau pun dipaksa kerja. 

Terkadang sesekali aku merasa mati akan jadi hal yang lebih baik bagiku . 



Assalamualaikum wr wb

Hari ini aku lagi tercerahkan,😂 
Anggep aja begitulah pokoknya.

Tiap manusia itu diciptakan Allah berbeda. 
Ada yang jago bicara, ada yang jago menulis. Ada yang jago melukis. Ada yang jago di bidang musik. Ada yg jago main peran. Ada yang jago ngehafal rumus matematika. :') 

Tiap orang sudah pasti diberi modal salah satu dari hal itu. 
Semua orang itu pasti punya guna. 
Kalo kamu masih diberi usia panjang tapi merasa gak berguna kamu bisa mulai merenungkan bahwa sesungguhnya pasti ada satu saja alasan kenapa Allah masih ingin kamu hidup di dunia ini. 

Jujur aku gak pernah baik sih apalagi soal nyari kerja. Gagal lagi gagal lagi 😅 
Tapi ternyata barangkali Allah pengen aku berusaha dalam bidang lain :') 
Mungkin aku emang gak cocok kantoran :') 

Aku pengen banget jadi guru. Tapi keinginanku selalu goyah karena aku tipe orang yang gampang terpengaruh sama lingkungan :( 

Akhir-akhir ini kurasa ayah ibu aku mulai gak perduli anaknya mau jadi apa , mereka sudah tidak seberisik dulu. Walaupun kalo soal uang mereka tetep nomer wahid pengennya aku bisa menghasilkan uang :( 
Tapi mungkin akhir-akhir ini mereka mulai berfikir kalo aku tuh ada di fase dewasa menuju tua. :') 
28 tahun . Usiaku sudah sebanyak itu. Sedangkan aku masih belum menemukan akan hidup seperti apa. Bahkan hidupku suram karena aku akhir-akhir ini kesulitan jatuh cinta. Kurasa kalo bisa bertemu orang yg baik hati yang mau sama aku. Begitu saja pasti aku sudah akan sangat bersyukur. 
Semoga Allah mempertemukan. 

Balik lagi soal tipe orang yang suka terpengaruh. 
Iya aku tuh lemah banget, di goda sedikit aja aku bisa goyah :( 
Makanya tiap kali aku bertekad mau jadi guru tapi orangtuaku komplen aku urungkan niatku demi mereka. 
Tapi kali ini. Sejujurnya aku ingin fokus sama tujuanku jadi guru agama. Terus jadi freelance designer juga :') 

Aku pengen jadi guru cuma supaya bisa menyalurkan ilmu aku. Supaya ilmu aku bermanfaat. Kalo masalah uang aku pengen banget ngehasilin uang dari hasil design. Karena akhir-akhir ini aku baru tahu uang dari design itu gak sedikit :'v 
Aku pengen ngembangin minat dan bakat aku di dunia creatif. Punya brand sendiri di bidang fashion. Dan jadi pengusaha sekaligus designer nya. Kayak ivan gunawan. Duh'. 

Tapi beratnya. Orangtuaku gak ngedukung. Aku mesti ngehasilin uang lebih banyak dari jual gambar biar mereka faham kalo yg aku tekuni menghasilkan uang dengan begitu mereka akan ngasih aku banyak waktu juga buat ngembangin diri. 
Tapi aku gak ada di fase ngembangin diri. Faseku saat ini harusnya menikah. Tapi buat percayakan hati ke seseorang tuh gak gampang. 
Aku belum menemukan dia yg bisa ku sebut orang yang baik hati. 

Berat sekali hidup ini. 
Harus ada salah satu yang aku korbankan untuk aku mencapai hal yang lainnya. 


Fase lelah

Assalamualaikum wr.wb.

Aku bertanya-tanya apa aku sudah terlalu tua yah. 
Aku lelah . 
Aku ada di fase tak punya impian lagi. 
Ragaku capek, hatiku juga sama letih nya. 

Aku bosan mengeluh. Aku juga bosan berusaha tapi tak pernah mendapatkan hasil. 

Rasanya hampa. Seperti ada yang salah. Beberapa waktu lalu aku mendapatkan uang pertama hasil jualan gambarku. Aku senang. Lalu tiba-tiba muncul seseorang yang bilang bahwa menggambar itu haram. Aku sedih. Aku jadi enggan menggambar lagi. Terlebih situs tempat ku menjual gambar tiba-tiba sepi. Sepertinya memang tak ada yg tertarik dengan gambarku. Yang waktu itu mungkin hanya kebetulan saja. 

Aku harus berhemat. Sisa uangku hanya beberapa ratus ribu lagi hasil dari menjual gambar kemarin. 
Aku bosan. Aku juga lelah. Aku sedih luar biasa. Aku tidak tahu hendak melabuhkan hati pada siapa. Belum lagi semakin dewasa  aku semakin sadar rasanya kehidupan ku bukan lah sesuatu yang bisa diperbaiki. 

Aku sedih. Tapi aku sadar aku tak boleh mengeluh. Tapi aku mengeluh di blog ini. Aku harus apa. Aku ingin cerita. Tapi tak ada satupun yang bisa ku percaya untuk berbagi ceritaku. 

Semuanya terasa aneh. 

Ku harap aku bisa senantiasa bersyukur. Aku hanya ingin berhenti mengeluh dan bersabar dengan takdir yang sudah Allah beri. 


Before 30

Assalamualikum wr. wb .. 

Tahun ini usiaku 29 tahun 
Aku masih belum menikah, sudah tidak ada impian-impian tentang pangeran di negeri dongeng.. 
Semua usaha kerasku di umur 24/25 an seolah sia-sia juga .. Aku bahkan tidak punya kerjaan saat ini. 

Tahun ini adalah tahun pertama dimana gambar-gambar ku bisa di jual dengan harga dolar .. 
Rasanya menyenangkan.. Hobiku bisa menghasilkan uang. 
Ternyata aku yg memang sedari kecil suka dunia creatif bisa bermanfaat dimasa dewasa. 

Andai ada perusahaan yg mau menerimaku aku akan sangat senang tapi sayangnya pengalaman kerjaku hanya stuck di pabrik pensil. Usiaku juga sudah "tua" untuk memulai segalanya sebagai fresh graduate sangatlah aneh. 

Aku tahu banyak sekali kurangku. Belum menikah dan belum mapan juga . Sebagai perempuan rasanya sedih. Padahal banyak hal berlalu. Banyak lelaki yg suka padaku pun berlalu begitu saja. 

Aku masih bingung dan takut banyak hal . Tapi aku ingin lebih berani lagi. Aku ingin belajar menerima semua kekuranganku. Semua kelemahanku. 
Ku harap aku bisa mencintai diriku sendiri untuk kemudian bisa belajar mencintai orang lain. 

Aku ingin menerima semua takdirku. 
Gagal dari banyak perusahaan. Gagal dalam hubungan percintaan. Tidak berguna. Dilangkahi menikah. Wajahku. Rejekiku. Tubuhku. Semua tentang diriku. Aku ingin menerimanya untuk kemudian bisa menjadi manusia yg bisa di Rhidoi Allah di dunia yg fana ini. 

Buntu

Hai.. 
Sudah lama gak buat postingan. 
Sejak wabah Corona semua ekonomi turun drastis gara-gara lock down. Belum lagi kejadiannya seluruh dunia.. 
Pabrik-pabrik terkenal di daerahku juga banyak yang tutup. 

Abaikan soal lockdown dan pabrik-pabrik itu. 
Aku mau cerita soal hidupku. 
Hari ini sudah lebih dari 3 bulan aku nganggur. Gak ada kerjaan. Gak ada tujuan. 
Aku merasa gak berguna. 
Aku jadi takut pada banyak hal setelah berulangkali gagal lagi dan lagi. 

Kemarin teman ku ada yg nembak aku. Untuk pertama kalinya di hidupku ada yg mau ngajak aku serius. Dia ngajak taarufan. Tapi ku tolak. Alasannya aku gak ada rasa sama dia. Padahal sama siapapun aku gak pernah ada rasa. Orang seperti ku apa masih bisa jatuh cinta lagi???? 

Hatiku hancur sehancur hancurnya. 
Aku takut gagal. Gak ada seorangpun yang mau me dukung ku. Aku gak lupa kalau aku masih punya Allah. Aku hanya lupa bagaimana caranya bangkit. Bagaimana caranya agar aku bisa kuat untuk menjalani hidup aku. Lingkunganmu gak pernah mendukung. 

Aku lelah selelah-lelahnya. Aku ingin istirahat selamanya tapi pahal aku belum banyak. Apa kalau aku mati aku bisa masuk surga? 
Aku sedih. Saat semua temanku menjalani hidup mereka aku cuma bisa nangis seharian di kamarku. 
Saat mereka udah bagian anaknya bahkan udah pada lulus esde aku bahkan kesulitan jatuh cinta. 

Aku gak tau lagi. Lewat jalan mana mungkin aku rasanya semua jalan buntu. Hatiku sakit dadaku sesak. Bagaimana caraku mengakui kalau aku itu sesungguhnya tidak berguna? 

Aku selalu curhat di akun Facebook fake. Tapi kurasa teman-teman di Facebook itu pun sudah bosan dengan status keluhan ku.. 
Mengeluh itu gak baik kan. Tapi hatiku sakit.. 
Aku harus gimana. 

Saat aku sadar ternyata aku cuma cewek useless yang sok kuat. 
Saat aku sadar aku gak punya kemampuan apa-apa. Saat aku sadar semua sudah terlambat. Saat aku sadar aku sudah lelah dan tak punya kekuatan lagi untuk bangkit. 

Aku kalah. . 
Aku useless gak guna. 
Aku cuma perempuan biasa. 
Aku gak punya pencapaian apa-apa. 
Aku lupa banyak hal. 
Aku hidup tapi rasanya seperti mati. 
Aku beban orangtuaku. 

Dan aku.. 
Setelah ini semua. 
Bagaimana caraku bisa bangkit lagi. 
Aku gak punya apa-apa lagi. 

Ikan Paus Yang Menelan Nabi Yunus As Masih Hidup???

Tau kisah nabi Yunus yang di telan ikan?
Ikan yang menelan nabi yunus itu sering di sebut juga sebagai ikan "nun" dan banyak juga yg menyebut sebagai ikan paus karena ikan paus bentuknya seperti huruf "nun" dalam Huruf arab,, wallahualam,, 

Berawal dari kisah nabi Yunus As yang memilih pergi dan meninggalkan kaumnya yakni penduduk Ninawa dalam kondisi penuh amarah.  Ia menaiki kapal yang begitu penuh dengan muatan. Pada awalnya, kapal berlayar dengan tenangnya.

Namun kondisi ini tiba-tiba berubah. Angin kencang menerpa, langit pun hitam gelap dengan awannya. Badai terjadi, kapal yang ditumpangi Nabi Yunus AS terombang-ambing dan akan tenggelam. Awak kapal pun panik, mereka kemudian membuang seluruh muatan yang ada di dalamnya. Dengan harapan, kapal tidak tenggelam jika muatan berkurang.

Sayang, cara ini tidak membantu. Kemudian, diusulkan lah agar dibuat undian untuk mengurangi manusia yang ada di dalamnya. Dalam undian tersebut, siapapun yang keluar namanya harus di buang ke laut.

Ternyata, Nabi Yunus AS termasuk orang-orang yang kalah dalam undian tersebut.

“Lalu dia termasuk orang-orang yang kalah.” (Ash-Shaffat: 141)

 Awalnya penumpang lain tidak menyetujui Nabi Yunus yang dibuang dari kapal.(logikanya, nabi yunus kan nabi sekaligus rasul ,, orang paling utama lah di kapal itu, masa maen buang aja ke laut) :'v 

Tapi yg namanya takdir ,, .. Pas Di undi kok yg keluar nama nabi yunus, kalo nabi yunus yg di lempar kelaut yang mimpin dikapal siapa donk, yaudah di undi lagi ,, eh ternyata yang keluar nama nabi yunus lagi, di undi lagi, keluar lagi nama nabi yunus  :') setelah tiga kali undian ternyata nabi yunus tetaplah kalah,,  dilemparlah Nabi Yunus AS dan kemudian dilahap oleh seekor ikan besar mirip Paus.


Dalam keadaan itulah Nabi Yunus as bertobat. Beliau mengucap banyak kalimat tasbih kepada Allah SWT dan berdo'a. 

Rasululah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun menyebut betapa mustajabnya doa dzikir Nabi Yunus ini dalam mengatasi berbagai kesulitan hidup tiap mukmin.

“Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: “Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin”. (Artinya: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau (ya Allah), Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk di antara orang-orang yang berbuat zalim/aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah, melainkan Allah kabulkan baginya.” (H.R. At-Tirmidzi).

Taubat dan doa Nabi Yunus pun akhirnya di ijabah Allah. Dia kemudian memerintahkan ikan agar mengeluarkan  Nabi Yunus as ke permukaan laut dan membuangnya di suatu pulau yang ditentukan oleh Allah SWT. Tubuh Nabi Yunus as kemudian dimuntahkan dan terhempas ke daratan.

Cerita Nabi Yunus dan ikan berakhir sampai disitu, tidak ada yang mengetahui bagaimana nasib ikan tersebut saat ini.

Ada ayat Al-Qur'an mengenai ikan yang menelan nabi yunus,,

"Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. (143). Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, (144). Niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. (145). (Q.S Ash Shaaffaat )"

Berdasarkan tafsir dari berbagai sumber, makna “tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit (145)”, yakni perut ikan itu akan menjadi kuburnya sampai hari berbangkit. Hal ini kemudian diasumsikan jika ikan tersebut masih hidup hingga saat ini. Wallahualam,, 

Kebayang donk.. Kalau ikan sejenis paus masih hidup dari jaman nabi yunus sampai hari kiamat nanti bentukan nya kayak gimana. 
Dan masih banyak sekali misteri yang tersembunyi di lautan ..
Yang pasti ,, Kurang lebih 71 persen luas Bumi berupa lautan, dan manusia baru menjelajahi kurang dari 10 persen atau sebanyak 5 persen saja, Sebanyak 95 persen sisanya masih antah berantah.

MasyaAllah, subhanallah ,, Allahuakbar,, 
Betapa agungnya Allah menciptakan alam semesta ini .. 

wallahua'lam bhissawab ,, 

Hey kamu

Hey kamu ,,, 
Jiwa malang yang senantiasa menangis ketika malam menjelang .. 
Hatimu lelah , tapi masih enggan untuk menyerah ,, 

Meski sudah bersusah payah, Bahagia tak jua menyambutmu .. 

Hey kamu ,, 
Keep strong ,, 
Kamu bukan satu-satunya yang begitu .. 
Aku .. 
Seseorang yang bahkan tak mengenalmu disini berharap kamu mampu bangkit dan lebih kuat lagi .. 

Aku .. Disini di tempat antah berantah yang tak pernah kamu tahu turut berdoa untuk kebaikan mu .. 
Semoga lelahmu menjadi lillah .. 

Berjuang lah .. Walaupun hanya sekedar menumpang nafas di bumi ini .. 
Kamu, aku , kita ,, istimewa .. 
Pasti ada alasan kenapa kita masih hidup di dunia .. 

Kuat

Hai .. 
Aku sudah berusia 28 Tahun sekarang .. 
Sudah lama tak bercerita di blog ini .. 
Semua perjalanan hidupku sesekali masih sering muncul di ingatanku .. Beberapa ada yg aku tuliskan di blog ini .. 

Setelah bertahun-tahun aku masih sama saja .. Aku gagal melamar ke beberapa perusahaan .. Ke vivo, ke nikomas ,, lucunya masih saja ada yg tertarik untuk memanggil aku ikut interview padahal usiaku sudah 28 tahun .. Mungkin Allah pengen aku semangat dan gak putus asa makanya Allah gerakin hati mereka buat ngundang aku ikut interview di usia yang gak lagi "muda" dan belum punya pengalaman yang mumpuni ..

Aku masih belum menikah,, 
Pria bermata teduhku belum jua datang, entahlah .. Beberapa kali aku tertarik pada beberapa orang tapi ternyata seperti biasanya mereka tak tertarik terhadapku .. 

Aku masih kerja di pabrik pensil. Sama seperti hampir 4 tahun yang lalu . Entahlah kenapa aku masih ada ditempat ini . Semua keadaan semakin kacau sekarang .. 
Kakak ku sudah menikah, adik laki-laki ku juga.. Tinggal aku dan satu kakak lelakiku yang urakan ada di rumah ini. Sekarang rumah ini sepi. Kakak ku yang baik hati itu lebih memilih tinggal bersama keluarga istrinya di banding tinggal dirumah tempat kami dibesarkan. Padahal kakak ku yang paling bisa diandalkan di keluarga ini . Aku gak kebayang gimana perasaan ibuku .

Akhir-akhir ini aku menyadari kalo ayah dan ibuku sudah teramat amat tua. Mereka makin lemah dan rapuh .. Aku gak bisa bayangkan gimana kalau kelak aku menikah dan harus meninggalkan orangtuaku. Siapa lagi yg bisa diandalkan menjaga mereka, situasiku semakin berat saat ini.

Aku yang terus-terusan gagal dan belum bisa bahagiakan orangtua aku . . Aku juga masih belum menemukan lelaki yang bisa bikin aku percaya kalau dia bisa menemani aku melewati kehidupan di dunia ini .. Kehidupanku kan berat . 

Tapi entah kenapa aku masih bisa bertahan sejauh ini . . Sering jatuh dan gagal. Di cibir banyak orang , ah' entah sudah berapa banyak hinaan yang aku terima. Mungkin mereka anggap aku gila atau aku wanita ambisius? Padahal aku hanya berusaha sekuat tenaga aku bertahan melewati semuanya. Berharap kelak aku akan bahagia juga. Berharap kelak hidupku akan normal seperti orang-orang bisa menikah dan segera punya anak. 
Aku harap hari itu akan tiba. 

Hufft .. Tiba-tiba aku kehilangan inspirasi mau menulis apa lagi .. Ku kira cukup sampai sini dulu tulisanku kali ini .. Hehe . .
Semoga aku bisa tetep bersabar dan bersemangat menjalani hidup .. 
Semoga ..