Tulang Rusuk?



Kehidupan tak pernah indah seperti di negri dongeng. Jika kau fikir bahwa kau hanya akan melewati fase menderita, jatuh cinta , menikah lalu bahagia selama lamanya maka mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk merubah mindset mu itu. belajarlah dewasa. Dunia ini kejam. Bahkan sekali pun kau menjadi manusia paling alim di muka bumi, kau tak akan pernah bisa menolak takdir. Hidup ini siapa yang tahu. Siapa yang bisa memastikan baik buruknya? Hanya Allah yang tahu maka hanya pada Allah pula lah segala kemalangan dan kesedihan bisa kita kembalikan.

Sudah satu bulan sejak aku resign dari bank Danamon. kalau di bilang tegar maka aku bukanlah gadis yang tegar. aku rapuh serapuh kayu yang lapuk. aku tak tahu harus bertahan seperti apa. rasanya aku ingin tenggelam saja dan larut dalam kesedihan. 

Aku takut. aku takut nasib malang akan menaungiku, aku takut sekali. aku takut sendirian. jika aku memang terbuat dari tulang rusuk mungkin aku sudah terlalu lama berpisah dari pemiliknya. jika aku memang tulang rusuk yang terpisah  mengapa tak ada seorang pun yang merasa kehilangan ku?

Dimana? pemilik tulak rusuk ini dimana? apa dia akan datang ? kapan ia akan datang? aku lelah menanti. aku semakin rapuh sendirian. aku semakin sesak kesakitan. . .

Hidup itu apa?



Setiap orang pasti pernah punya kesalahan bukan ?, 

Terus berkutat dan tenggelam karena masa lalu pun ga akan ada gunanya juga kan ?

Dari dulu aku terus bertanya tentang kehidupan ini, ketika tahu kalau ternyata banyak yang bertanya tentang kehidupan, aku berhenti bertanya, aku tak mau sama dengan orang –orang, tapi ternyata aku salah, aku tak menemukan jawaban ketika aku berhenti bertanya, hidup ini apa, aku harus bahagia seperti apa.    

Waktu terus berjalan, ia tak pernah mau berkompromi dengan ku. Bahkan ketika aku ingin sekali agar ia berhenti sejenak dan menungguku sebentar saja, ia tak mau. Sebertar saja agar lukaku sedikit sembuh. Ia tak bisa menunggu. mungkin ia tahu kalau lukaku teramat dalam, dalam sekali hingga mungkin bukan sebentar waktu yang aku butuhkan, aku butuh waktu yang cukup lama, cukup lama untuk ditunggui.  

Entah berapa lama waktu yang aku habiskan untuk teggelam dalam kesedihan ku yang mendalam ini. Aku tak tahu apa yang hilang dari hidupku. Aku punya orang tua utuh, aku bisa dapatkan cinta kalau aku mau. Asalkan tidak memilih, cinta bukanlah hal sulit dalam hidupku. Meski tak sempurna dimata orang lain, aku punya kehidupan yang sempurna dalam batasanku.

Sejujurnya aku tak mengerti tentang hati ku yang mulai membeku akhir-akhir ini. Aku fikir aku hanya butuh waktu sedikit saja untuk sendiri. Untuk sekedar melelehkan hatiku yang mulai membiru. Tapi ternyata entah sudah berapa lama, luka ku tak juga sembuh jangan kan meleleh, hatiku bertambah beku dan biru, semakin lama semakin bertambah. Mungkin sekarang sedang memar. Dan entah bagaiman caraku menyembuhkannya.

Aku selalu yakin kalau aku punya Allah, namun. Apa yakin saja cukup? Ah ibarat kapal mungkin kapalku ini sedang oleng. Aku tak bisa kendalikan kemudi. Aku kehilangan arah dan tujuan. Kemana aku harus melangkah? Ada yang salah dengan hatiku.


Apa yang aku mau?

Sebenarnya aku bingung mau nulis apa hari ini. rasanya ada yang ingin aku ungkapkan tapi tertahan. jujur hari ini aku gak tidur semalaman. aku gak tahu kenapa banyak hal membebaniku rasanya. kadang aku merasa seperti aku punya banyak semangat, aku gak boleh putus asa. tapi kadang tiba tiba pula perasaan aku berubah. aku ngerasa gak punya harapan, ngerasa kalo semuanya akan sia-sia saja. sebenarnya apa yang aku mau, apa yang hatiku mau.