Day 1 Aku ingin Sembuh

Assalamualaikum Wr Wb.

Hari ini ada yang ku sadari. 
Selama ini aku menyimpan banyak dendam .
Pada teman-teman smp ku. 
Pada orangtuaku. 
Pada tetangga tetanggaku.
Pada beberapa orang yang lewat dihidupku.
Pada diriku sendiri. 

Aku korban bullying semasa smp. Semua anak lelaki membenci dan menjauhi aku. Karena saat itu aku bersikap kasar pada salah seorang anak di kelas. 
Belum lagi ada beberapa guru disekolahku yang kurasa begitu rasis karena wajahku yang seperti anak (chinese)saat itu aku belum pakai jilbab. Wajahku tak seperti anak-anak kebanyakan.  
Aku hanya seorang gadis smp yang haus akan perhatian. Alih-alih dapat perhatian diriku malah dapat cacian dan hinaan. Tak jarang mereka mengolok-olok diriku dan semua yg ku lakukan. 

Berprestasi dan lainnya. Orangtuaku tak pernah memujiku sedikit pun . 
Aku punya adik perempuan. Dia tipe adik yang sempurna. Tak pernah sekalipun lewat darinya juara kelas. Jika dibanding diriku kurasa dia jauh lebih pintar dan tekun. Wajah nya mirip bapak ku. Dia tidak berwajah cina sepertiku. Dia menjalani hidup yang normal dengan begitu banyak pujian mengelilinginya. Dia punya hidung yang "mancung" dan tubuh yang langsing. Terlebih dia anak yang rajin. Orangtuaku selalu memujinya. Di depan keluarga ayahku atau tetangga rumahku . Mereka selalu lebih memuji adikku itu. Satu hal yang membuat diriku merasa kalau aku buruk rupa dan tidak berharga. 

Aku melewati masa smA yang suram. Prestasiku menurun tubuhku semakin gemuk tak terkendali. Aku depresi dan jadi gadis yang anti sosial. 
Entahlah tapi guru-guru yang menyadari itu kemudian mulai simpati. Aku tahu mereka simpati terhadapku. Aku miskin . Bukan hanya materi tapi jiwa ku juga ikut miskin. Beberapa kali aku menunggak uang spp. Sulit kehidupanku saat itu. Aku tak mau merepotkan orangtuaku. Maka setiap kali ujian sekolah aku meminta kartu dispensasi agar diberi izin untuk mengikuti ujian semester. Biasanya aku dapat izin sih. Pernah suatu ketika aku berbuat curang dengan memperpanjang masa berlaku surat izin ikut ujian semester saat ditegur guru aku menangis di depan teman-temanku. Aku malu. Aku juga sedih karena terlahir jadi anak yang tak berguna dan beban. 
Seoah lupa dengan siapa diriku dimasa itu aku malah menyukai salah satu teman dikelasku. Tentu saja. Dia menolak ku. 
Siapa aku? Gadis miskin dengan rupa yang buruk tubuhku juga gendut. Siapa yang mau sama remaja tidak berguna seperti aku. 
(aku baru menyadarinya hari ini kenapa aku tertolak dimasa itu) :') 

Waktu terus berlalu . 
Aku lulus SmA . Dengan semua kenangan manis dan pahitnya. Akhirnya aku bisa bekerja. 
Kufikir bekerja itu mudah. Ternyata saat itu aku baru sadar kalau aku punya tanggung jawab. Aku tulang punggung keluarga. 
Gajiku tidak seberapa saat itu. Disinilah semua problematika dan depresiku dimulai. 
Aku bekerja keras sendirian. Terkadang kerja lembur berangkat kerja sore lalu pulang subuh-subuh. 
Tiap kali gajian aku tak menikmati hasil apapun bahkan untuk sekedar beli baso. Semua uang gajiku di setorkan pada orangtuaku. Tiap hari aku diberi jajan Rp.5000 rupiah untuk ongkos ke tempat kerja dan beli sedikit jajanan di pabrik. Padahal saat itu adik ku yg masih sekolah smA saja uang jajan nya sama denganku.  

Lama-lama aku lelah dan memutuskan resign. Orangtuaku tak setuju. Terlebih ayah ku yg pengangguran. Dia terus menerus memaksa aku untuk mencari kerja. Dia sering mencacimaki dan menghina aku. Aku masuk ke fase depresi disini. Rasanya tidak ada yang mendukungku.   
Aku bilang pada ibuku kalau aku ingin mati. Saat itu ayahku emosi dan mengambil golok nya untuk membunuhku. Syukurlah ibuku bisa menghentikannya. 

Aku bisa melewati masa depresiku. Entah bagaimana caranya waktu perlahan menyembuhkannya. Aku mulai bicara pada ibuku bahwa aku ingin kuliah bila bisa masuk kembali ketempat kerjaku yang lama. Dan ibuku menyetujuinya. 
Aku kembali kerja dan aku mulai kuliah dan mulai membangun harapanku sedikit demi sedikit. 

Pada masa kuliah semua berbeda.  Laki-laki ditempat aku kerja banyak yang menyukaiku, aku bahkan cukup terkenal disana. Katanya aku cantik dan sederhana. Mereka bilang juga aku lucu.  :') 
Dosen-dosen dan seniorku menyukai aku. Katanya aku "cantik" banyak yg bilang aku cantik dan sedikit demi sedikit aku mulai berubah dan memperbaiki penampilanku. Aku mulai beli makeup murahan di pasar malam dengan uang jajan yang ku sisihkan setiap hari. Semua gak berjalan terlalu baik . Maskaraku sering luntur  lipstik ku juga begitu. Aku juga tak punya banyak baju bagus. Saat itu rasanya aneh. Tapi setidaknya aku mulai berani untuk "menjadi perempuan dan berharap ada yang menghargai aku" lagi-lagi aku khilaf dan malah tumbuh rasa sombong. Aku malah jadi seseorang yang sok cantik. Dan mulai membenci kalau melihat ada yang lebih selain aku. Padahal siapalah aku. 

Semua terus berjalan , aku lulus kuliah. Dan saat lulus aku mulai menyadari. Aku yang ambil kuliah jurusan ke guruan ternyata tidak cocok dengan kebiasaan ku yang kerja di pabrik dan dapat gaji jutaan. Aku mulai memaksa mencari kerja diluar jalurku. Ajaibnya aku keterima di Bank D*n*mon , walau hanya sebagai Account officer aku merasa senang. :') 
Akhirnya aku kerja kantoran. 

Tapi lagi-lagi rasa tidak bersyukur muncul di diriku. Aku yang harus maintain client dan bulak balik menawarkan pinjaman pada nasabah pun mulai merasa lelah. Ternyata sulit. Belum lagi otak sok idealis ku yang terus menerus bilang kalau kerja di bank itu Haram. riba itu haram apalagi aku menawarkan jasa riba dan memakannya.  Aku mendapatkan perlakuan baik di pabrik itu. Dapat teman-teman baik juga. Tapi aku malah resign setelah 3 bulan kerja. Dan aku menyesalinya hingga saat ini. :') 
Selesai dari bank danamon aku memilih untuk kembali bekerja di pabrik . Selang dua bulan nganggur aku kerja di pabrik pensil. Aku bekerja di pabrik itu hingga hari ini dengan status palsu sebagai lulusan SmA. Sudah 4 tahun lamanya. Tidak ada yang mengetahui kalau aku lulusan kuliahan. Semua berlalu begitu saja. Dan sekarang aku dengan segala perjalanan bodoh dihidupku berakhir di hari ini sebagai sosok yang tidak berguna. Masih bukan siapa-siapa dan masih belum bisa membanggakan siapapun. 

Semua trauma dimasa laluku . Tentang orangtuaku, tentang teman-temanku, tentang semua orang disekelilingku . Aku ingin memaafkannya aku ingin melepaskan dendam-dendamku melalui tulisan ini. 

Hari ini aku bertekad bahwa aku tak mau lagi antisosial. Aku tak mau lagi ketakutan bertemu oranglain hanya karena memiliki banyak kekurangan. 

Aku ingin lebih banyak bicara , berpendapat dan berani menjadi diriku apa adanya. 

Aku ingin sembuh. 

Aku ingin memulai lagi hariku yang baru. Lembaran baru yang entah akan membawaku kemana.

Bismillah.  :')  


Berubah? Ternyata Tidak

Assalamualaikum Wr Wb

Hari ini aku mau cerita. 
Soal orangtuaku yang katanya sudah berubah. 
Ku kira mereka sudah berubah ternyata tidak, sebenarnya aku bosan bercerita tentang mereka. Karena ujung-ujungnya hanya berakhir seperti mengeluh. Walaupun sebenarnya iya. Aku ingin mengeluh memiliki orangtua seperti ayah dan ibuku. 

Aku 28 Tahun . Situasiku saat ini sangat sulit. 
Ayah ibuku ingin aku menikah atau kalau tidak aku mesti bekerja. 

Ku rasa aku tidak akan pernah bisa menikah. Aku tidak bisa jatuh cinta. Terlalu banyak luka di hatiku. Bukan karena cinta tapi karena beban hidup yang di berikan orangtuaku terhadap diriku yang berkepanjangan. 
Seperti yang kubilang sebelumnya. 
Saat corona seperti ini mencari kerja sangat sulit. Tapi orangtuaku ingin aku bekerja dan menghasilkan uang. 
Bapak ku pengangguran dan ibuku juga. Walaupun ibu punya uang tabungan yang cukup untuk masa tua mereka tapi seolah itu tak pernah cukup. Mereka ingin aku tetap kerja. Padahal uang yg ada di tabungan ibuku pun kebanyakan hasil kerja kerasku bekerja di pabrik tahunan. 
Aku tak pernah menikmati hasil kerja kerasku. Semua uang hasil kerjaku harus di berikan pada ibuku. Kalau tidak kata ibu aku anak durhaka. 

Aku anak perempuan. Aku tak pernah serakah soal harta. Bagiku harta bisa di cari . 
Tapi bayangkan . Meski aku anak perempuan mestinya aku punya kehidupan .
Semua saudara ku sudah menikah. 
Kalau aku bekerja dan uangnya mesti kusetorkan pada ibuku semua. Saat suatu ketika ibuku meninggal uang yg ku setorkan itu akan jadi hak waris saudara-saudaraku terutama saudara lelakiku. Dan aku . 
Barangkali jika hal itu tiba aku hanya akan sengsara sendirian. 
Apa ibuku tak pernah berfikir sejauh itu? 

Aku masih tak bisa berfikir apapun tentang lelaki . Semakin lama aku tinggal dengan ayahku semakin besar kriteriaku pada sosok yang namanya laki-laki. Dia bukanlah model ayah ataupun lelaki yang baik. Dan aku tahu aku juga bukan model perempuan yang cukup baik untuk memperoleh lelaki yg baik. 

Anggaplah jika misalkan aku mati lebih dulu dibanding orangtuaku . Karena usia tidak ada yang tahu. 
Kurasa itu hal yang bagus. Aku tak perlu memikirkan banyak hal. 
Tak perlu memikirkan menikah atau pun dipaksa kerja. 

Terkadang sesekali aku merasa mati akan jadi hal yang lebih baik bagiku . 



Assalamualaikum wr wb

Hari ini aku lagi tercerahkan,😂 
Anggep aja begitulah pokoknya.

Tiap manusia itu diciptakan Allah berbeda. 
Ada yang jago bicara, ada yang jago menulis. Ada yang jago melukis. Ada yang jago di bidang musik. Ada yg jago main peran. Ada yang jago ngehafal rumus matematika. :') 

Tiap orang sudah pasti diberi modal salah satu dari hal itu. 
Semua orang itu pasti punya guna. 
Kalo kamu masih diberi usia panjang tapi merasa gak berguna kamu bisa mulai merenungkan bahwa sesungguhnya pasti ada satu saja alasan kenapa Allah masih ingin kamu hidup di dunia ini. 

Jujur aku gak pernah baik sih apalagi soal nyari kerja. Gagal lagi gagal lagi 😅 
Tapi ternyata barangkali Allah pengen aku berusaha dalam bidang lain :') 
Mungkin aku emang gak cocok kantoran :') 

Aku pengen banget jadi guru. Tapi keinginanku selalu goyah karena aku tipe orang yang gampang terpengaruh sama lingkungan :( 

Akhir-akhir ini kurasa ayah ibu aku mulai gak perduli anaknya mau jadi apa , mereka sudah tidak seberisik dulu. Walaupun kalo soal uang mereka tetep nomer wahid pengennya aku bisa menghasilkan uang :( 
Tapi mungkin akhir-akhir ini mereka mulai berfikir kalo aku tuh ada di fase dewasa menuju tua. :') 
28 tahun . Usiaku sudah sebanyak itu. Sedangkan aku masih belum menemukan akan hidup seperti apa. Bahkan hidupku suram karena aku akhir-akhir ini kesulitan jatuh cinta. Kurasa kalo bisa bertemu orang yg baik hati yang mau sama aku. Begitu saja pasti aku sudah akan sangat bersyukur. 
Semoga Allah mempertemukan. 

Balik lagi soal tipe orang yang suka terpengaruh. 
Iya aku tuh lemah banget, di goda sedikit aja aku bisa goyah :( 
Makanya tiap kali aku bertekad mau jadi guru tapi orangtuaku komplen aku urungkan niatku demi mereka. 
Tapi kali ini. Sejujurnya aku ingin fokus sama tujuanku jadi guru agama. Terus jadi freelance designer juga :') 

Aku pengen jadi guru cuma supaya bisa menyalurkan ilmu aku. Supaya ilmu aku bermanfaat. Kalo masalah uang aku pengen banget ngehasilin uang dari hasil design. Karena akhir-akhir ini aku baru tahu uang dari design itu gak sedikit :'v 
Aku pengen ngembangin minat dan bakat aku di dunia creatif. Punya brand sendiri di bidang fashion. Dan jadi pengusaha sekaligus designer nya. Kayak ivan gunawan. Duh'. 

Tapi beratnya. Orangtuaku gak ngedukung. Aku mesti ngehasilin uang lebih banyak dari jual gambar biar mereka faham kalo yg aku tekuni menghasilkan uang dengan begitu mereka akan ngasih aku banyak waktu juga buat ngembangin diri. 
Tapi aku gak ada di fase ngembangin diri. Faseku saat ini harusnya menikah. Tapi buat percayakan hati ke seseorang tuh gak gampang. 
Aku belum menemukan dia yg bisa ku sebut orang yang baik hati. 

Berat sekali hidup ini. 
Harus ada salah satu yang aku korbankan untuk aku mencapai hal yang lainnya. 


Fase lelah

Assalamualaikum wr.wb.

Aku bertanya-tanya apa aku sudah terlalu tua yah. 
Aku lelah . 
Aku ada di fase tak punya impian lagi. 
Ragaku capek, hatiku juga sama letih nya. 

Aku bosan mengeluh. Aku juga bosan berusaha tapi tak pernah mendapatkan hasil. 

Rasanya hampa. Seperti ada yang salah. Beberapa waktu lalu aku mendapatkan uang pertama hasil jualan gambarku. Aku senang. Lalu tiba-tiba muncul seseorang yang bilang bahwa menggambar itu haram. Aku sedih. Aku jadi enggan menggambar lagi. Terlebih situs tempat ku menjual gambar tiba-tiba sepi. Sepertinya memang tak ada yg tertarik dengan gambarku. Yang waktu itu mungkin hanya kebetulan saja. 

Aku harus berhemat. Sisa uangku hanya beberapa ratus ribu lagi hasil dari menjual gambar kemarin. 
Aku bosan. Aku juga lelah. Aku sedih luar biasa. Aku tidak tahu hendak melabuhkan hati pada siapa. Belum lagi semakin dewasa  aku semakin sadar rasanya kehidupan ku bukan lah sesuatu yang bisa diperbaiki. 

Aku sedih. Tapi aku sadar aku tak boleh mengeluh. Tapi aku mengeluh di blog ini. Aku harus apa. Aku ingin cerita. Tapi tak ada satupun yang bisa ku percaya untuk berbagi ceritaku. 

Semuanya terasa aneh. 

Ku harap aku bisa senantiasa bersyukur. Aku hanya ingin berhenti mengeluh dan bersabar dengan takdir yang sudah Allah beri. 


Before 30

Assalamualikum wr. wb .. 

Tahun ini usiaku 29 tahun 
Aku masih belum menikah, sudah tidak ada impian-impian tentang pangeran di negeri dongeng.. 
Semua usaha kerasku di umur 24/25 an seolah sia-sia juga .. Aku bahkan tidak punya kerjaan saat ini. 

Tahun ini adalah tahun pertama dimana gambar-gambar ku bisa di jual dengan harga dolar .. 
Rasanya menyenangkan.. Hobiku bisa menghasilkan uang. 
Ternyata aku yg memang sedari kecil suka dunia creatif bisa bermanfaat dimasa dewasa. 

Andai ada perusahaan yg mau menerimaku aku akan sangat senang tapi sayangnya pengalaman kerjaku hanya stuck di pabrik pensil. Usiaku juga sudah "tua" untuk memulai segalanya sebagai fresh graduate sangatlah aneh. 

Aku tahu banyak sekali kurangku. Belum menikah dan belum mapan juga . Sebagai perempuan rasanya sedih. Padahal banyak hal berlalu. Banyak lelaki yg suka padaku pun berlalu begitu saja. 

Aku masih bingung dan takut banyak hal . Tapi aku ingin lebih berani lagi. Aku ingin belajar menerima semua kekuranganku. Semua kelemahanku. 
Ku harap aku bisa mencintai diriku sendiri untuk kemudian bisa belajar mencintai orang lain. 

Aku ingin menerima semua takdirku. 
Gagal dari banyak perusahaan. Gagal dalam hubungan percintaan. Tidak berguna. Dilangkahi menikah. Wajahku. Rejekiku. Tubuhku. Semua tentang diriku. Aku ingin menerimanya untuk kemudian bisa menjadi manusia yg bisa di Rhidoi Allah di dunia yg fana ini.