Bagaimana??
Bagaimana bisa aku terus menerus terpuruk begini,,,
Bahkan saat ini semua orang sudah mulai mengkhawatirkanku,,,
Kapan aku menikah?,
Bagaimana dengan karirku?
Bagaimana masa depanku?
Aku Tahu,, masa depan itu urusan Allah,,
Aku hanya tidak tahu bagaimana cara mendapatkan masa depan itu sendiri...
Bagaimana?
Halo Senin, Hari Ini Aku Takut...
Dear ,, sudah pukul 1:10 pagi, artinya sekarang sudah hari senin, entah apa yang akan terjadi. Sejujurnya saya takut menghadapi hari ini. .
Semua berawal dari kerjaan di bagian packing yang berkurang,, semua jadi rebutan kerjaan. . dan saat saya beruntung sudah dapat kerjaan. Teman saya justru menyuruh saya keluar dari kelompoknya. Katanya kerja saya lambat.
Ya, saya akui kerja saya lambat. . entahlah biasanya saya kerja nya cepat tapi saat ini jemari saya sedang masa pemulihan dari iritasi alkohol beberapa hari yang lalu. Jemari saya penuh luka dan mengelupas jadi saya pakaikan banyak hansaplast. . rasanya perih. . bukan. Bukan hanya jemari saya yang terasa perih tapi juga hati saya. Sejak kejadian itu kepala regu saya jadi unrespect sama saya. Dan saya jadi merasa tak berguna di hadapan semua orang di pabrik. Rasanya sedih. Ingin sekali resign saat itu juga. Tapi cari kerja kan susah. Walaupun gajinya kecil kerjaan ini cukup membantu untuk memberi uang bulanan untuk ibu saya. Ya. Cuma ini yang bisa saya lakukan untuk membuat ibu saya "sedikit bahagia".
Menghadapi situasi di pabrik saat ini saya benar-benar takut. Entah apa yang akan terjadi. . andai isu tentang pemindahan kebagian lain benar-benar dilakukan. Saya ingin segera pindah saja. Meski kerjaannya akan semakin berat setidaknya itu lebih baik dibanding menjadi tidak berguna di tempat yang sekarang. .
Teruntuk Diriku, Bersabarlah...
Dan salah satu hal yg paling aku benci di dunia ini adalah melihat mu menangis,,
Kalau saja aku di beri satu kesempatan untuk mengajukan sebuah permohonan maka hal yg paling pertama akan aku pinta agar kau menghentikan kebiasaan buruk mu itu. .
Aku tahu kalau kau itu bodoh, kadang ceroboh, kadang payah, kau tak pintar berkata-kata. Lambat, suka menyendiri dan aneh. Kamu selalu saja di rundung kemalangan. Aku tahu itu. Seolah nasib sial amat senang mengerumuni mu.
Tapi tidak kah bisa kau menahan buliran air mata itu agar tak berderai di pipimu? Terlebih di hadapan mereka, ya! mereka, orang-orang yang selalu menyalahkanmu. Orang-orang yang kau anggap jahat dan suka menginjak nginjak harga dirimu. Orang - orang yang kau anggap menjijikan padahal kau tak pernah tahu kebenarannya. .
Mungkin saja kau yang jahat. Mungkin saja kau yang egois dan suka menginjak-injak. Mungkin saja kau yang menjijikan. Atau mungkin kau hanya terlalu bodoh untuk paham arti dari sebuah kebenaran. . . ???
Kau tahu betul yang kau lakukan adalah agar tidak menyakiti mereka. . tapi lihatlah kebenarannya. Apa mereka senang? Apa mereka berterimakasih? Apa mereka mengerti kalau kau tak pernah punya niatan menyakiti?
Tidak!!!
Mereka tak akan pernah menerima mu. .
Kecuali kamu mati.
Apa kau pernah dengar hukum rimba??,,
Dimangsa atau memangsa. Jika kau tak bertindak jahat pada orang lain maka yang lain akan menjahati mu..
Mana yang lebih baik bagimu? Aku tahu hatimu itu baik. mana bisa kau menjahati yang lain . Bahkan demi yang lain bahagia, mati pun kamu rela.
Tapi ini kehidupan . .
menjadi baik tidak melulu harus berwarna putih. . terkadang kau perlu menyesuaikan banyak warna agar menjadi simfoni warna yang indah.
Jika menjadi putih adalah sebuah pilihan maka jangan biarkan hati mu menghitam karena kesedihan. .
Bersabarlah, kuatkan hatimu. Tetaplah optimis dan jangan menangis. .
Aku disini akan senantiasa mendoakan kebaikanmu. .
Teruntuk diriku sendiri. Bersabarlah, jika disana tidak ada yang mencintaimu. Maka disini aku yang akan melakukannya. .
Angin
Apakah kau menganut filosofi angin???
Hadirmu begitu ku butuhkan..
Dengan mu aku bernafas dan karenamu jantungku mampu berdetak,,,
Hembusanmu lembut ku sambut,,,
Namun tiba-tiba kau berubah jadi topan mengerikan...
Menghancurkan semua harapan yg aku dambakan..
Tidak kah kau mengerti sejauh apa rasa yg telah terpatri di sanubari hati???
Bahkan ku fikir tanpamu aku akan mati..
Hatiku luluh lantak ,,,
Dan kau yang telah memporakporandakannya...
Sekarang mana tanggung jawabmu?..
Ah' aku lupa ,, engkau adalah angin,,,
Datang dengan sopan lalu tanpa ku sadar kau menjelma menjadi topan..
Datang hilang dan terbang,,,
Akulah kesatrianya
Ku fikir kau akan mencinta, namun ternyata kau hanya iba.
Aku adalah seorang melankolis akut. Tak ada sehari pun yg terlewat tanpa air mata. Aku suka menangis. Ya. Menangis seolah menjadi candu. Bagiku sedikit banyak air mata mampu melerai cobaan.
Cengeng,,, !!! Katamu aku begitu.
Dari situ aku tahu. Kau tidak pernah benar-benar mengenal aku. Lalu bagaimana bisa cinta? Sedang mengenalku pun kamu tidak?? Kamu sama saja dengan yg lain.. Ya, sama. Kalian semua sama saja.
Tidak kah kamu dan mereka tahu kalau aku bukanlah gadis yg cengeng..
Air mata ku adalah peluru ketika cobaan kian memburu. Air mataku adalah asa ketika hati mulai mati rasa.
Aku mandiri. Aku bisa hidup sendiri, tanpa pangeran atau kuda putihnya. Tanpa perlu berhayal akan peri dan sihir sihirnya.
Akulah kesatrianya.
Akulah kesatria wanita yg akan dengan gagah berdiri menantang hari.
Jangan,,,
Jangan pernah melihat jika hanya kau gunakan mata mu itu. Gunakanlah hatimu dan kau akan tahu bahwa aku lebih kuat dari apa yg terlihat.
And I will become stronger,,,
Luka,,
Mataku melihat tapi tak mampu mengirim sinyal apapun pada otak,,,
Tubuhku terasa kaku,,,
Pikiranku seolah membeku,,,
Imajinasiku menerawang sembarang,,
Kali ini aku butuh lebih dari sekedar resolusi atau sebuah rasionalisasi,,
Aku butuh keajaiban,,
Aku butuh Tuhan,,,