Berjuang

Aku ingin berjuang sekali lagi.  
Aku sadar kok selama ini mungkin orangtuaku toxic.  
Tadinya kufikir hidupku menyedihkan tapi setelah aku renungkan kenapa aku harus ngeluh sama kekurangan aku.  Toh mereka toxic aku gak bisa rubah mereka yang ada malah aku kebawa toxic karena membenci ketoxickan mereka.  

Gapapa mereka toxic.  Aku akan berjuang aja sebisa aku.  
Aku harap aku dapet lelaki yang mau terima bukan cuma aku tapi juga kehidupan dan keluarga aku yang gak sempurna.  

iri dengki

Hal yang paling aku takutkan adalah ketika hatiku diselimuti iri dengki.  
Siapa aku?  
Harusnya aku sadar diri sih.  Gak semua hal bisa aku miliki.  Bahkan cinta aja sulit dimiliki. 

Aku bener2 takut dengan sifat itu.  Karena aku ngerasa aku sering banget begitu. Gimana cara menghilangkannya? 

Alkisah Tentang takdir

Pernah suatu hari seseorang berkata kepada saya kita bisa mendapatkan apapun di dunia ini selama kita mau berusaha.  
Lalu suatu ketika seorang gadis tanpa sengaja mendengarkan petuah itu.  
Dia fikir segalanya bisa dicapai dengan usahanya.  Namun sekeras apapun dia berusaha semua yang mati-matian di perjuangkannya seolah menjauh.  

before 30

Namaku Eliz Anggraeni,,  
Usiaku 29 Tahun.  
Ini adalah kisahku diakhir duapuluhan.  

Orang bilang usia tigapuluh adalah usia dimana seseorang seharusnya telah memiliki pekerjaan tetap dan tau akan hidup ke arah mana.  
Mereka bilang jika kau masih belum menjadi apa-apa sebelum mencapai angka 30 maka hidupmu akan suram dan kau benar-benar tidak akan menjadi apa-apa.

Tahun ini aku menjalani akhir usia ku di angka dua puluhan.  
Banyak temanku yang sukses.  Jadi pengacara.  Punya bisnis yang besar dan berkembang bahkan karir yang sukse.  Banyak yang sudah menikah dan bahkan punya banyak anak . 
Semua mereka tunjukan dengan bangga di beranda facebook mereka sedang aku.  Beranda facebook ku isinya hanya hal absurd.  Share skin game online atau posting chapter terbaru drama korea atau anime.  

Aku masih belum menjadi apa-apa.  Aku bahkan belum pernah menjalin hubungan dengan pria manapun.  Aku melihat semua bunga berkembang dan mekar.  Lalu kemudian bertanya-tanya apa pernah aku mekar indah seperti mereka.  Kurasa aku tak pernah mengalaminya.  Layu sebelum berkembang?  Apa pribahasa itu cocok denganku saat ini.  Ataukah aku memang masih harus berjuang lebih banyak agar bisa mekar indah seperti yang lainnya?  Tapi.  Aku ada diakhir usia duapuluhan.  
Masa mudaku telah berakhir.  Apa masih mungkin aku mekar dan berkembang?  
Rasanya seperti harapan ku sia-sia.  

Aku pasti telah melewatkan masa-masa itu.  Kini barangkali adalah masaku untuk layu dan membusuk.  

Hujan

Dua hal yang selalu muncul dikala hujan,,  
Genangan dan kenangan..