Tiba-tiba aku teringat hari itu.
Lagit begitu terik. Matahari terasa begitu panas lebih dari biasanya.
Sabtu tengah hari. Ponselku berdering lagi. Ku hentikan motorku di tepian jalan. Ku lihat Beberapa sms dan panggilan tak terjawab.
"aku udah sampe nih, di depan gerbang citra raya" ujarnya dalam sebuah pesan singkat.
"Tunggu aku lagi otw" balasku. Selang beberapa detik dia langsung membalas.
"ya, aku tunggu. Nanti kita makan yah" jawabnya.
Aku balas "ya" . Ku masukan hp ke saku jaketku dan langsung memacu gas menuju lokasi.
Namanya "Bedi" sudah lebih dari setahun aku berkirim pesan dengannya. Temanku bilang dia orang baik. Ibadahnya bagus dan sudah punya pekerjaan walau masih bisa dibilang belum mapan. Temanku tahu kalau aku tak pandai masalah percintaan. Jadi dia memberikan kontak hape ku padanya, barangkali kami cocok. Aku tahu niat temanku pasti baik. Jadi setelah menimbang cukup lama akhirnya aku memutuskan untuk bertemu dengannya.
Setahun ini kami tak sering berkirim pesan. Tak begitu akrab walau hanya sekedar chating atau smsan. Tapi entah mengapa ketika dia mengajak untuk bertemu aku meng iyakan. Ku fikir setelahnya kami bisa taarufan. Aku benar-benar tidak tahu cara mainnya. Jadi ku ikuti saja kemauanya. "blind date" entah bisa dibilang demikian atau bukan.
Aku tiba di lokasi. Cuacanya benar-benar tak mampu kutolelir. Sangat panas. Mungkin karena siang hari juga aku baru pulang dari bekerja setengah hari. Haus, lapar, aku belum istirahat sama sekali. Kutengok kaca spionku. Wajahku pucat. Mungkin karena kelelahan belum istirahat. Bibirku kering pasti karena haus yang aku rasakan. Pipiku begitu merah seperti kepiting rebus karena kepanasan. Lalu jaket yang aku gunakan pun tidak stylist sama sekali. Aku merasa amat kacau. Apa begini saja boleh. Apa dia akan mau menerimaku apa adanya? Ah' aku pasti di tolak. Berjuta insecure bermunculan di fikiranku.
Tapi tekadku sudah bulat. Aku akan bertemu dengannya. Kalaupun aku tertolak toh sedari awal kami pun tidak begitu akrab. Kurasa pasti tidak akan terlalu sakit rasanya.
Hape ku berdering. Ini dia. Pasti dia. Ujarku dalam hati. Ku buka pesan masuk.
"Dimana?" katanya
"aku udah nyampe, kamu dimana" jawabku
"aku pake jaket merah" jawabnya
Ku tengok sekeliling indomarket,
Pandanganku terarah pada satu arah. "Dia".
Ku kendarai motorku sedikit mendekatinya.
"Eliz yah?" sapa nya.
"ya" jawabku sambil senyum.
"Bedi" katanya sembari menawarkan jabat tangan
"Eliz" balasku sembari menangkupkan kedua tanganku ke dada berusaha membalas jabat tangan namun secara syar'i.
Kami berbincang sedikit.
"udah lama nunggu?" ucapku
"gak kok aku baru sampe" balasnya.
"baru pulang kerja?" tanyanya
"ya, kita udah ketemu kan, terus mau apa?" what the hell entah apa yg ada di otak ku saat itu, aku tidak tahu harus bilang apa. Belum pernah pacaran. Tidak pandai berkata-kata.
"ketik,, ketik ,," dia sibuk dengan hape nya.
"eh' aku di tungguin sodara di rumah, aku mau langsung pulang deh" ucapnya tiba-tiba.
"Deg, aku tahu kemana arah situasi ini"
"oh ' iya, hehe" balasku sambil tersenyum.
Setelah pamit dia pun pergi dengan motornya.
Aku sedih. Hatiku sakit. Padahal dia hanya orang yang ku fikir akan jadi jodohku. Baru pemikiranku. Kami bahkan tidak akrab walau hanya sekedar berkirim pesan.
Seketika airmataku menetes. Kenapa ini, ada apa, situasi macam apa. Bukannya sedari awal aku sudah berkompromi dengan hatiku bahwa meski tertolak aku pasti akan baik-baik saja. Lagipula kami hanya teman chating biasa. Jauh dari kata akrab apalagi mesra.
Kututup kaca helm ku dan kembali memacu motor maticku.
Disaksikan kan somay dan kang es boba pinggir jalan aku di tolak.
Di tinggal di pinggir jalan indomarket tanpa ada kepastian.
Sepanjang perjalanan pulang ke rumah sms nya terus terbayang di kepalaku.
"nanti kita makan yah" begitu isi pesannya tapi kenyataannya setelah bertemu dia langsung pulang dan bilang sibuk ada urusan.
Demikianlah salah satu perjalan cintaku.
Well' life must goon. Perjalanan masih panjang, Aku masih akan terus berjuang menemukan cinta sejatiku.
(niatnya ini cerita untuk projek komik/webto*n ku ) entahlah bagus atau enggak . :v