Dan barangkali lebih baik seperti ini,,
Kau dengan duniamu dan aku pada duniaku,,,
Aku telah buat kamu kecewa berulang-ulang kali dan berulang kali juga kamu telah mencoba untuk kembali,,,
Tapi saat ini aku sadar, ini terakhir kalinya kau mau menerima sakit yg kubuat..
Kesalahanku terlalu fatal ..
Kau mati rasa, berlalu tanpa mengucapkan perpisahan lebih dulu,,,,
Selamat Tinggal
Hujan
Diluar hujan belum juga reda,,,
Kudengar rintiknya riuh tapi di sini di dalam hatiku rasanya sepi...
Suara katak-katak bersahutan begitupun dengan jangkrik-jangkrik itu, tampaknya malam ini mereka sedang berbahagia.
Dingin, hujan yang turun sejak malam kemarin mungkin jadi penyebabnya.
Ah' tak apa,, aku suka udara dingin setidaknya aku tak perlu menyalakan kipas angin dan biaya listrik pun bisa jadi lebih minim ,,,
Apa kau tahu??
Ada waktu-waktu mustajab dimana doa yang di panjatkan akan segera di kabulkan Tuhan. Dan salah satunya adalah saat turunnya hujan???
Itulah mengapa aku selalu menyukai hujan,, aku menyukai riuh rintiknya. Aku menyukai hembusan anginnya dan aku menyukai warna segar pada dedaunan yang basah karenanya. Barangkali katak dan jangkrik yang bersahutan itu pun sebenarnya sedang bermunajat memuji keagungan Tuhan.
Maha suci Allah, Tiada Tuhan yang patut di sembah kecuali Allah,,
Puji syukur bagi Allah yang telah menurunkan hujan dan menjadikannya kebaikan.