Deary my blog...
Tiba-tiba saja jadi teringat pada seorang pria bermata teduh yang aku temui kala itu, aku sudah lupa wajahnya, aku hanya ingat kalau dia bersikap aneh di depanku. . . sikapnya aneh tapi aku suka,, andai waktu mempertemukan kami sedikit lebih lama, ya, aku ingin waktu mentoleransi ku. . membiarkan kami bercakap-cakap lebih lama lagi, membiarkan kami sedikit lebih mengenal. .
Sebentar saja,,,
Aku ingin mengenalnya...
Aku tahu dia tertarik kepadaku. Aku yakin. Amat yakin. Tidak, ini pasti bukan perasaan ku saja. . karena aku bisa membacanya, membaca dari tatapan mata teduhnya. Tatapan yang selalu aku nanti kehadiranya. Tatapan dingin tapi menghangatkan. . tatapan yang menjadi candu hingga aku merindu.
Dia dingin . . Entah kenapa aku selalu suka cowok dingin. . . melihat laki-laki yang sedih dan kesepian seperti itu rasanya ingin sekali selalu menghiburnya.. Pasti menyenangkan kalau bisa buat orang seperti dia tersenyum. . .
Aku senang kalau bisa menolong orang, meski pada kenyataannya aku lebih butuh di tolong . . aku lebih butuh senyuman itu. Ah' peduli apa dengan senyumanku. . melihat orang lain bahagia aku pun pasti bahagia.
Munafik?
Hahaha,,, "munafik" yah!! Apa perasaan seperti ini munafik namanya atau ini hanya sekedar naif belaka.