Kamu ,, (part II)

Memulai segalanya dengan entah,,
Dan berakhir pada kata yang sama,,

Benar atau salah, aku tahu ini bukan masalah, apalagi bagi kamu..
Ya, kamu,,
Seseorang yang selalu membuatku bertanya-tanya,,
Apakah keputusanku untuk menunggumu sudah benar.
Atau
Aku hanya akan menunggu meski pilu kian menusuk kalbu bak sembilu???

Jeda,,
Ya, harusnya aku yang tahu persis situasinya. Apakah ini hanya sekedar jeda atau ini akhir ceritanya..
Menunggu tanpa tahu apa yang ditunggu..
Merasa berharga pada sisi dimana aku hanya akan menjadi sia -sia.

Kamu adalah aksara yang selalu ingin kurangkai. Namun kata-kata indah kian menguap tiap kali aku coba mengungkap,,

Kamu adalah kalimat yang tak pernah bisa aku lafalkan meski hatiku kian menderu memaksaku untuk mengucapkan..

Kamu adalah isyarat yang tak pernah bisa aku sampaikan,,

Meski luka kian merajam dan sepi kian menghujam. Kamu akan selalu menjadi anugerah yang mampu membuatku merasa gundah. Kamulah indah yang tak mudah.

Lalu aku harus apa?
Jika kamu serumit ini tidakkah akan lebih baik kalau aku pamit saja??