Hari ini aku mau cerita.
Soal orangtuaku yang katanya sudah berubah.
Ku kira mereka sudah berubah ternyata tidak, sebenarnya aku bosan bercerita tentang mereka. Karena ujung-ujungnya hanya berakhir seperti mengeluh. Walaupun sebenarnya iya. Aku ingin mengeluh memiliki orangtua seperti ayah dan ibuku.
Aku 28 Tahun . Situasiku saat ini sangat sulit.
Ayah ibuku ingin aku menikah atau kalau tidak aku mesti bekerja.
Ku rasa aku tidak akan pernah bisa menikah. Aku tidak bisa jatuh cinta. Terlalu banyak luka di hatiku. Bukan karena cinta tapi karena beban hidup yang di berikan orangtuaku terhadap diriku yang berkepanjangan.
Seperti yang kubilang sebelumnya.
Saat corona seperti ini mencari kerja sangat sulit. Tapi orangtuaku ingin aku bekerja dan menghasilkan uang.
Bapak ku pengangguran dan ibuku juga. Walaupun ibu punya uang tabungan yang cukup untuk masa tua mereka tapi seolah itu tak pernah cukup. Mereka ingin aku tetap kerja. Padahal uang yg ada di tabungan ibuku pun kebanyakan hasil kerja kerasku bekerja di pabrik tahunan.
Aku tak pernah menikmati hasil kerja kerasku. Semua uang hasil kerjaku harus di berikan pada ibuku. Kalau tidak kata ibu aku anak durhaka.
Aku anak perempuan. Aku tak pernah serakah soal harta. Bagiku harta bisa di cari .
Tapi bayangkan . Meski aku anak perempuan mestinya aku punya kehidupan .
Semua saudara ku sudah menikah.
Kalau aku bekerja dan uangnya mesti kusetorkan pada ibuku semua. Saat suatu ketika ibuku meninggal uang yg ku setorkan itu akan jadi hak waris saudara-saudaraku terutama saudara lelakiku. Dan aku .
Barangkali jika hal itu tiba aku hanya akan sengsara sendirian.
Apa ibuku tak pernah berfikir sejauh itu?
Aku masih tak bisa berfikir apapun tentang lelaki . Semakin lama aku tinggal dengan ayahku semakin besar kriteriaku pada sosok yang namanya laki-laki. Dia bukanlah model ayah ataupun lelaki yang baik. Dan aku tahu aku juga bukan model perempuan yang cukup baik untuk memperoleh lelaki yg baik.
Anggaplah jika misalkan aku mati lebih dulu dibanding orangtuaku . Karena usia tidak ada yang tahu.
Kurasa itu hal yang bagus. Aku tak perlu memikirkan banyak hal.
Tak perlu memikirkan menikah atau pun dipaksa kerja.
Terkadang sesekali aku merasa mati akan jadi hal yang lebih baik bagiku .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar