Teruntuk Diriku Sendiri, Ada Maaf Di Seperempat Abad

Teruntuk diriku sendiri,,
Apa kabar??
Tak perlu kau jawab, karena aku tahu betul keadaan mu saat ini..

Bagaimana hari-harimu?
Bersyukurlah, meski tidak selalu senang nyatanya kamu tidak pernah merasa kurang. .
Diluar sana ada banyak orang yang bahkan untuk makan pun mereka rela berbuat curang. Iya, curang , melakukan perbuatan haram hanya demi lembaran uang.

Seperempat abad hampir lewat. Bagaimana perasaanmu?
Aku tahu ada banyak hal yang sulit kamu capai..
Mulai dari karir yang berjalan lambat sampai jodoh yang tak kunjung datang diwaktu yang sudah tepat.
Jangan sedih. .
Aku tahu kamu sudah berjuang sejauh ini..
Berkutat pada banyak tempat menghabiskan banyak tekat dan nekat..

Sesak ..
Bukan hanya satu kali. Berulang kali rasa ini menyeruak..
Tapi tak apa, aku masih baik-baik saja..
Sejauh kau tetap menjagaku untuk tetap dalam perlindungan-Nya.

Wahai diriku sendiri. .
Janganlah engkau takut.
Sepanjang kita di jalan yang benar seberat apapun cobaan yang datang menjalar aku akan senantiasa berusaha untuk tegar. Demi aku, demi kamu diriku sendiri..

Jangan sedih,,
Tidak ada yang sia-sia, seperempat abadmu pun tak akan sia-sia..
Bukan kah sudah janji Allah bahwa tiap orang akan menuai apa yang dia tanam. .
Bersabarlah, tetaplah istiqomah dalam kebaikan. . jika kamu merasa sepi tidak punya tempat berbagi. Tenanglah, ada aku dirimu sendiri dan ada Allah yang akan dengan setia menemani. . Allah maha pengasih, Allah maha penyayang. Allah pasti mengasihi dan menyayangi sepanjang kamu berada dalam garis-garis yang di perintahkannya.

Wahai diriku sendiri bersabarlah..
Allah tak meminta apapun dari kamu, cukup sabar dan sholat. Jadikanlah ia sebagai penolongmu maka Allah akan senantiasa menemanimu dalam setiap kesedihan dan kesulitan yang kau dera.

Hari ini tepat seperempat abad sembilan bulan engkau menginjakan kaki di dunia ini? Syukuri dan jalani. Semoga Allah senantiasa meridhoi.
Bersabarlah
Dari dirimu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar