Entah apa yang harus ku tuliskan kali ini..
Otakku buntu, lidahku kelu. . .
Kosa kata menguap bahkan sebelum mereka terucap. .
Barangkali jemari-jemariku telah gatal ingin menorehkan aksara aksara frontal. . . .
Aksara tentangmu, ah tidak tentangku, bisa jadi tentang kehidupan, tepatnya kehidupan tentang aku dan kamu. . .
Pagi yang dingin, sama seperti suasana di hatiku, dingin. bahkan kopi panas pun tak sanggup menghangatkannya. . .
Hatiku beku seiring lidah ku yang semakin kelu dengan rasa pilu yg menyeru...
Hujan yang rintik-rintik seolah enggan memberi kehangatan walau hanya sedikit..
Ya sedikit saja.
Sekedar sentuhan mentari di pagi hari atau mungkin sedikit sentuhan mu. Yang manapun itu bagiku akan sama hangatnya.
Ah' aku tahu, berapapun banyak aksara yang ku buat, isyarat ku tak kan mampu mengubah keputusanmu untuk memberikan cintamu tanpa syarat.
Ya, tanpa syarat.
Anggap saja aku curang. Karena kenyataanya kau indah melampaui syarat-syarat yg kubuat paling susah. Sial. Kau buat aku resah. .
Sia-sia..
Tidak kah ini semua sia-sia belaka.
Sudah jera aku dengan dunia lalu kau buat pula aku merana.
Sempurna...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar