Hai My Blog, udah lama sekali sejak aku gak buka blog ini
lagi. Mungkin ada sebulanan. Kemarin laptopku rusak gara-gara windows update
nya kadarluasa. Sedih. Aku sedih. Ku kira aku harus bayar mahal untuk ini. Karena
aku sedang nganggur jadi aku sensitif akan keuangan. Ah’ kau tahu, ibuku kan
memang begitu. Keluar uang sedikit saja harus ada hitungannya padahal aku kalo
gajian dan ngasih gaji ke ibuku itu gak pernah hitung2an. Haha .. tapi aku
maklum saja. Toh’ diluar sana ada juga ibu yang lebih parah gak mau ngebiayain
anaknya saat nganggur kayak gini.
Jujur akhir-akhir ini banyak sekali yang mau aku ceritakan
sama kamu My blog,, ah’ kau pasti sudah faham betul tentang aku yang pegalau
ini. Disini ada banyak air mata yang ingin aku tumpahkan. Rasa sakit di dada ku
ini terasa semakin sesak. Entahlah, akhir- akhir ini aku merasa menjadi gadis
paling bodoh di dunia. Tetangga-tetangga ku, hiks',, aku dilangkahin
menikah oleh adik aku. Aku sedih. Aku malu. Entah apa yang mereka pikirkan
tentang aku. Pasti ada yang bilang aku gak laku, aku sok jual mahal, aku
belagu, makanya jadi cewek jangan belagu atau mereka menggunjing tentang orang
tua aku,, ah’ aku tak bisa bayangkan
hujatan-hujatan mereka. Membayangkan nya membuatku merasa semakin sakit lagi.
Aku sempat berfikir kalau aku ingin menikah saja. Yah’ ini
karena hati dan telingaku sudah tak sanggup menahan rasa sakit ketika ada yang
bertanya kenapa?, apa yang sebenarnya terjadi? tanpa benar- benar mau perduli.
Demi apapun aku ikhlas menjalani hidup aku yang tak pernah
aku bayangkan akan terjadi seperti ini. Dulu waktu kecil aku sempat bermimpi
bisa bertemu pangeran impian aku saat usiaku 17 tahun. Aku menunggu usia 17
tahun dengan debar yang tak pasti. Ya’
tiba-tiba saja angka 17 itu datang dalam hidupku tapi ia berlalu begitu saja. Aku
lalui ulang tahun ke 17 ku dengan menelan pil pahit kalau ini dunia nyata. Tak ada
pangeran, tak ada kuda putih da istana megah. Impian pun ku tinggalkan.
Menyadari semuanya sudah berlalu. Aku membuat impian baru. Aku
akan menikah di usia 23 tahun. Aku mulai mencoba realistis kalau pangeran
berkuda putih hanya ada di negri dongeng, negri sejuta impian. Aku akan tekun
dan membuktikan kalau di usia 23 aku akan menjadi seekor angsa yang membuat
semua orang terpana melihatku. Tapi apa yang ku dapat hanyalah luka . harusnya
sejak awal aku sudah tahu kalau bermimpi hanya akan membuat aku terluka. Menjelang
usia yang ke 23 tahun adik aku menikah melangkahiku. Hal yang tak pernah ku
bayangkan dihidupku tiba-tiba saja muncul seperti sebuah kutukan. Membuaku jadi
pesakitan. Harusnya aku jadi angsa di usia 23. Ah’ aku lupa kalau itik buruk
rupa yang menjadi angsa pun bagian dari sebuah dongeng.
Setahun sudah berlalu sejak aku tak mempercayai lagi dongeng
dan impian – impian. Hari- hari ku semakin suram, kelam, entah aku harus apa. harus bermimpi seperti apa. huuuffttt,, apa ini berarti aku sedang putus asa? ah' ku rasa aku hanya dalam tahap frustasi saja menerima kenyataan hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar