Dewasa Menyebalkan



Sejak kecil aku sudah terbiasa merendah di bumi. Tak pernah aku pikir aku akan terperosok serendah ini. Dahulu aku punya impian, aku akan menjadi besar dan kuat tapi semakin aku lewati tahun demi tahun semakin aku mengerti kalau ternyata dewasa membuatku semakin lemah. Ya’ orang dewasa tak punya selera humor yang baik. Entah tak tahu, atau mereka lupa caranya bersenang- senang.

Dulu saat kanak – kanak semua hal terlihat begitu menyenangkan. Aku ingat betul saat aku masih kanak – kanak . aku berlarian di teras rumah, berkejaran dengan adik dan kakak ku. Saat itu nenekku sewotnya minta ampun, dia marah-marah dan bilang jangan lari-larian. Dulu aku tak mengerti apa yang difikirkan orang dewasa. Bukankah lebih baik mereka diam saja. Toh aku tidak melakukan hal aneh. Aku hanya main kejar – kejaran saja. Lalu tiba-tiba saat dewasa begini aku diperlihatkan pemandangan yang sama. Dua orang kakak adik bermain kejar-kejaran di teras rumah. Ibu nya marah-marah karena mereka lari-larian di tempat yang mungkin besar dalam pandangan mereka tapi terlihat sempit dan pengap di mata orang dewasa. Si anak tidak perduli. Tawa mereka begitu polos, begitu renyah. Saat itu lah aku sadar jawabanku saat aku kecil dulu. Kenapa orang dewasa suka marah – marah. Padahal yang mereka persoalkan Cuma masalah sepele. Jawabannya mungkin karena orang dewasa itu lupa apa itu bahagia. Hati mereka terlalu banyak materi – materi bodoh. Ambisi- ambisi bodoh. Mereka lupa kalau bahagia itu adalah sederhana namun merasa lebih. Kekurangan namun merasa cukup. Bukan kah Allah tidak pernah menyukai sesuatu yang berlebih – lebihan?


وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

"... Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."

Penggalan surah  QS. Al-'An`am [6] : 141 `dan
QS. Al-'A`raf [7] : 31

Tidak ada komentar:

Posting Komentar