Kehilangan Waktu



Aku benar – benar tak mengerti harus bagaimana, sekarang pukul 2 lewat 19 pagi, resah, gelisah . sebenarnya apa yang aku mau dari dunia ini. Aku bahkan tak tahu impian ku apa, dulu waktu aku masih belia impianku banyak . sekarang saat sudah dewasa seperti ini kenapa aku malah kaku. Aku merasa sulit bergerak, sesak. Ah' andai saja hidup seindah dongeng yang aku baca sewaktu kecil. Pasti aku saat ini sudah bahagia ever after sama prince charming. 
hidup memang tak pernah mudah , itulah yang baru aku sadari saat ini. Sakit, aku seperti orang pesakitan . sulit bernafas, dan lagi - lagi sesak. 

Sepeempat abad bukanlah waktu yang sebentar. selama itu aku terus mencari tanpa tahu apa yang sudah hilang, terus merasa kehilangan padahal nyatanya tak pernah menemukan dan aku merasa telah menemukanu padahal aku sendiri tak tahu apa yang sudah hilang.

Ah' aku tahu, waktu, aku telah menghilangkan banyak waktuku. mencoba mencari kembali padahal waktu itu pernah aku temukan dulu. aku benci. aku benci. benarkah waktu yang aku habiskan di bumi ini selama seperempat abad adalah sia sia.  

Aku sakit. entah apa yang aku derita tapi batinku terasa nyeri. lalu bagaimana caraku menemukan penawarnya. adakah pelipur lara di muka bumi ini agar tak selalu ku jalani waktuku sendirian. agar tak selalu kurasa sakit sendirian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar