November lagi

Hi' 
Udah november lagi aja .. 
Di tahun yang berbeda ,, 2024 
Sebulan lagi menyambut 2025,, 

Kali ini aku makin terpuruk kurasa .. 
Hampir menginjak pertengahan 30an 
Menakutkan ,, 

Kau tahu episode apa yang kujalani kali ini? 
Aku masih kerja di pabrik pensil . . 
Pabrik yang kurasa hampir bangkrut . Hahah 
Kali ini ada seorang lelaki yang kufikir dia menyukaiku. 
Sejujurnya aku tak pernah berharap yang muluk-muluk .. 
Dia tampan dan masih muda, amat muda lahiran 2000an .. 
Kemungkinan disukai brondong seperti dia itu hampir mustahil. 
Tapi dari segala sinyal yg kudapat dia memang menyukaiku. Mulai dari tingkah caper nya, atau dirinya yang selalu berusaha menarik perhatianku dia juga suka dekat-dekat dengan aku. 
Aneh. 
Entah sejak kapan dia melakukan ini dan akhir-akhir ini aku baru menyadari keberadaan nya. 
Ini bukan pertama kali aku disukai lelaki yg lebih muda. 
Tapi yg kali ini beda,, 
Dia playboy, hahaha 
Dia sudah ahli menarik perhatian wanita mungkin juga karena fisik nya yg mendukung. 

Sejujurnya aku tidak terlalu tertarik dengan pria seperti dia, meski tampan kurasa dia kurang mapan. Bukan, bukan cuma soal harta tapi mapan dalam hal pemikiran. Dia terlalu kekanakan bagiku. 

Kau tahu? 
Kemarin2 aku iseng deket-deket dia dan yah karena kutahu dia memang tertarik kepadaku dia mengajak ku ngobrol tapi kau tahu apa? 
Sejak saat itu dia malah seolah menjauh,,, 
Lagi? 
Aku tak menyalahkannya. 
Aku malah merenung sekali lagi . . Usiaku dan dia beda jauh. . Ditambah lagi keluargaku yang kacau dan hidupku yang tak pernah baik-baik aja. Apa aku pantas??? 
Aku mungkin cukup baik. Aku rasa aku lumayan pintar punya banyak skill. Baik hati, lumayan faham agama. Tapi keluargaku? 
Dia yang lemah itu tidak mungkin mampu menerima keluargaku yang kacau balau. 
Dia ekstrovert, karena ayah ibunya baik . Sedangkan aku. Ayah ibuku sekacau itu .. orang seperti dia mana bisa melewati kehidupan ku yg berat ini. 

Atau bisa saja dia selama ini hanya kagum saja dengan aku? 
Hahaha. Menakutkan .. aku bahkan tak bisa membayangkan jika ternyata situasinya kini berbalik aku yang punya rasa ketika dia hanya coba-coba. 

Cinta???
Perasaan seperti apa itu? 
Aku benar-benar tidak tahu bagaimana aku harus berdamai lagi dengan segala prahara dihidupku.. 
Semua makin menakutkan terlebih aku makin rendah diri. 
Apa mungkin cinta itu benar-benar tidak ada. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar