Tahun Baru, Menata Hati Yang Baru.

Wahai hari-hari
Apa kabar .. Kau tahu kali ini aku melewatimu lagi ..
Tahun ke 8 aku dengan kegalauanku sejak menginjak ke masa dewasa...

Masih tidak ada yang baik baik saja ..
Bahkan bisa jadi lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya..

Ditahun 2017 kemarin orang yg aku sukai sejak smA telah menikah dengan melati pujaannya ....
Sedang aku .. Di akhir tahun ini malah bertemu laki-laki penipu .. Untung saja aku bisa tahu kebohongannya, kau hafal kan kalau aku ini memang agak polos.
Aku selalu anggap semua orang baik. Tapi pada akhirnya akulah yg tertuduh sebagai yg tidak baik.
Tapi tak apa, selama aku masih bisa berdiri tegar.

Kalau boleh diulang aku ingin mengulangnya sekali lagi . jatuh cinta pada laki-laki yang sama, merasakan rasa yang sama di situasi yg sama.

Aku ingin melihat senyumannya lagi..
Senyuman nya yang saat itu, saat dimana dirinya belum dimiliki wanita lain. Ya, senyuman yg dengan bebas bisa dia berikan kepada wanita manapun, termasuk aku.

Kini segala harap bisa bersanding dengannya hanya ada dalam ilusi semata. Tak bisa nyata, takkan pernah menjadi nyata.
Kalau boleh bernegosiasi aku rela jadi yang kedua asalkan bisa tetap dengannya selamanya, ya. Selamanya hingga sehidup sesurga..

Tapi bagaimana dengan dia? Wanita pilihannya itu akan tetap jadi yg pertama. Meski aku yg lebih dulu mencintainya.
Wanita itu lebih bisa memikat hatinya.
Barangkali dia temukan kehangatan di mata wanita itu. Kehangatan yang tak bisa di temukan dalam tatapan wanita manapun, termasuk aku.

Awalnya aku kira suatu saat dirinya akan menemukanku, menemukan keteduhan dari tatap mataku .
Tapi ternyata bukan teduh yang ia tangkap melainkan dingin yang menyeruap.. Aku tahu . aku terlalu dingin untuk disebut meneduhkan apalagi menghangatkan.. Jauh.

Jadi yang kedua pun percuma. Cintanya tak pernah menjadi milik ku. Lalu untuk apa aku memaksa jika segalanya hanya akan menjadi porak poranda tak bersisa?

Bukankan ini memang yg terbaik.
Saat ku temukan teduh dari tatapan matanya namun tak dapat dia temukan hangat dalam tatapanku.
Aku tak terlihat di matanya. Tidak dulu, tidak sekarang, tidak akan pernah terjadi meski segalanya terulang sekali lagi .

Teruntuk kau yang disana, semoga kamu bahagia .. Tahun ini segalanya tak bersisa bagiku kecuali kesedihan .
Namun bahagiamu adalah yang selalu ku doakan . semoga kelak Allah membahagiakan aku juga. Seperti ia membahagiakanmu dan melati pujaan mu..

Tertanda
elisa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar